Welcome to LPS PP. NJS Channel

Lembaga Pers Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati (LPS PP. NJS) Channel merupakan salah satu Blog yang berisi tentang konten-konten karya tulisan dari santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati, Randusongo, Gerih, Ngawi, Jawa Timur .

Our Media

Youtube PP. Nurul Jadid Sejati

Open

Tiktok PP. Nurul Jadid Sejati

Open

Tiktok MA. Nurul Jadid Sejati

Open

Instagram PP. Nurul Jadid Sejati

Open

Instagram MA. Nurul Jadid Sejati

Open

Instagram LPS PP. Nurul Jadid Sejati

Open

Facebook PP. Nurul Jadid Sejati

Open

Facebook MA. Nurul Jadid Sejati

Open

Recent Work

Rabu, 19 Juni 2024

Tidak Perlu Menjadi Orang Lain

Tidak Perlu Menjadi Orang Lain

Oleh: Safa Aulia Dea Novita.


    Proses kekaguman kita pada orang lain bisa jadi baik, tapi bisa juga tidak baik. Apa sebabnya? Sikap kekaguman berlebihan tak urung juga bisa membuat kehilangan jati diri kita yang sesungguhnya. Kalau sosok yang kamu kagumi memang sosok yang benar-benar patut diteladani, maka hal ini tidak menjadi masalah. Masalahnya hal ini akan berbanding jika figur yang kita idolakan hanya membuat kita sekedar ikut-ikutan.


   Contohlah beberapa public figure yang sering muncul di media massa. Belum lagi ditambah dengan selebriti dunia maya yang gencar mempromosikan produk ini dan itu untuk dibeli. Mereka yang ngefans sekedar ngefans pasti mudah tergiur untuk membeli barang-barang yang ditawarkan oleh tokoh idolanya tanpa memfilterkan apakah produk tersebut benar-benar dibutuhkan atau tidak. Ingin mencoba untuk membentengi diri agar tidak ikut-ikutan. Tapi orang-orang di sekitarnya juga melakukan hal yang sama. Sehingga ia tidak percaya diri jika tidak melakukan hal serupa. Seperti merasa manusia yang ketinggalan zaman. Padahal sejatinya tanpa produk-produk tersebut, mereka tetap bisa hidup normal tanpa kendala.


   Terlebih lagi jika mayoritas manusia hari ini sudah mudah digiring pada hal-hal populer tanpa esensi. Mereka hanya mengikuti trend tersebut. Contoh kecil, ada orang yang begitu sukses menjalani bisnis pakaian kemudian banyak orang merasa merasa bisnis pakaian sebagai bisnis yang menjanjikan. Akhirnya banyak orang berlomba-lomba untuk berbisnis di bidang yang sama. Bisnis yang mulanya menjanjikan lama kelamaan hanya menjadi jamur di musim hujan. Banyak penjual yang mengambil dari tempat  yang sama dan persaingan harga terjadi di mana-mana. Akhirnya nilai jual menjadi rendah sebab terlalu banyak penawaran sementara jumlah permintaan tetap. Belum sempat untuk mencapai sukseksnya berwirausaha, mereka yang hanya sekedar ikut-ikutan berbisnis ini justru bingung untuk mengembalikan modal.


  Padahal mungkin potensi mereka sesungguhnya tidak di sana. Hanya karna ingin mendapatkan hal-hal tadi, mereka mencoba sesuatu yang mereka belum tahu dasarnya.


 Akhirnya, alih-alih mereka mendapatkan kesuksesan yang sama, mereka justru harus berjuang dari pagi sampai pagi lagi untuk sesuatu yang belum tentu mereka sukai, mereka, merasakan Lelah untuk mengajar prestasi yang sebenarnya tidak ditakdirkan untuknya. Bukannya mendapat apresiasi, cacian dan kritikan pedas justru mengalir dari sana sini itu semua terjadi karena mereka hanya melakukan sesuatu yang didorong dari terbesitnya keinginan kamu agar menjadi seseorang yang sama berkualitasnya dengan sosok yang mereka kagumi. Padahal sebenarnya potensi yang mereka miliki berseberangan dan tidak menemukan titik temu kesamaan. 


*Disarikan dari buku "Berdamai Dengan Diri Sendiri"


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


Lika-liku Angkasa Dan Nadhine Jadvana

Lika-liku Angkasa Dan Nadhine Jadvana

Oleh: Tasya Anggraeni.


      Ini mengisahkan tentang Angkasa Dirgantara dan Nadhine Jedvanna. Sebuah perjuangan perihal asa yang belum usai.


  "Nadhine, Angkasa mu sedang tidak baik-baik saja. Maaf butuh waktu lama untuk aku menyampaikan rasa padamu. Namun, satu hal yang harus kamu tahu, sweorang Angkasa menanam cinta yang begitu besar padamu sejak 15 tahun lalu."


    Angkasa Dirgantara  nama seorang lelaki yang memiliki makana seluas jagad raya. Yang menjadi sahabat sekaligus cinta prtama seorang Nadhine Jedvanna.


    Bermula dari pertemuan pertama mereka disebuah Universitas terkenal di Jkarta Barat. Angkasa yang menanyakan kepada Nadhine tentang Pmungkas, penyanyi terkenal yang digemari Nadhine dan Angkasa. Dan akhirnya dengan menanyakan tentang debut album terbaru Pmungkas menjadi perkenalan dan tukar menukar nomor hp yang diberikan Angkasa berupa sandwich yang mana didalamnya terdapat plastik berisikan kertas dengan sederet nomor Angkasa. Ini menjadi pengalaman terbaru bagi Nadhine. Dipikiranya, mana ada orang yang rela menaruh plastik berisi kertas diodalam sandwich untuk sebuah perkenalan. Seperti Angkasa contohnya.


    Nadhine mempunyai kembaran bernama Nadira Jedvanna. Sisitem dikeluarga mereka sangatlah ketat dan harus disiplin. Ibu mereka adalah seorang dokter yang sangat cuek kepada sekitarnya dan ayah mereka adalah seorang jaksa. Jika mereka mendapati nilai rendah maka mereka harus isap akan hukuman yang diberikan orang tua mereka.


    Setelah mengenal satru sama lainantara Angkasa dan Nadhine. Kisah percintaan mereka muncul. Angkasa mengajak Nadhine kesuatu tempat untuk menyatakan persaanya sekaligus melihat pemandangan yang menakjubkan. Senja, Angkasa membawa Nadhine ke pantai. Nadhine menyukai enja pada pandangan pertama dan Angkasa turut Bahagia. "Menurutmu apa definisi tentang senja yang pertama kali kamu lihat?" tanya Angkasa "Canti, tenang, Ajaib. Senja adalah momen terindah kesukaanku terhitung hari ini." Gadis itu menjawab dengan lengkungan yang manis dari bibirnya. Hingga Angkasa berkata "Aku ingin mematahkan persahabatan kita. Aku mau jadi arah kamu pulang. Aku mau jadi orang pertama yang tau semua kabar kamu. Aku mau melanggar peraturan nomor satu dalam persahabatan, yaitu jatuh cinta sama kamu Nadhine." Untuk pertama kalinya ia mendengar seseorang menyatakan cinta kepadanya. Untuk pertama kalinya ia meraskan apa itu jatuh cinta. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup seorang Nadhine Jedvanna.


    "Kmau adalah senja byang aku harapkan." Ucap lelaki itu kemudian menglurkan tanganya kearah Nadhine seraya berkata "Genggam tangan aku. Sini aku kenalin kekamu betapa indahnya menikmati senja berdua." Gadis itu hanya mampu tersenyum karena ucapan seorang lelaki yang pertama kali singgah dihatinya.


    Hari itu Angkasa hanya menginginkan Nadhine tahu bahwa dia harus melanggar peraturan pertamna itu. Keesokan harinya dia akan menjemput Nadhine untuk meresmikan hubunganya dipantai pada pukul 5 sore bersama menikmati senja.


    Besoknya Nadhine sudah siap dengan style andalanya yaitu, kemeja putih dengan celana kulot. Dia menunggu lellaki itu untuk mengujungi tempat yang sudah dijanjikan kemarin. Lima belas menit berlalu tetapu belum ada sosok lelaki itu. Hingga jarum jam menunjukan angka setengah enam dia akhirnya menyambar kunci mobil dan pergi ketempat itu. Dia sampai ditempat itu, dipantai itu dia dengan perasaan tak menentu. Dia mencari sosok lekaki itu disegala arah, tapi nihil dia tidak menemukannya. Lantas kemana seorang Angkasa menghilang dihari bahgianya saat ini?. Nadhine menghubungi Angkasa dengan perasaan cemas. Berapa kalipun dia menghubungi nomor lelaki itu tapi tidak ada balasan. "Kata kamu, cinta pertama itu adalah kekuatan utama untuk membuat aku percaya bahwa jatuh cinta itu menyenangka. Senja dan Kamu, dua kata yang dapat mendeskripsikan makana cinta. Aku gak pernah tahu kalau jatuh cinta itu ternyata candu. Aku gak suka senja hari ini." Nadhine benar benar kecewa. Dua tahun berlalu….


    Hingga sudah Lelah mencari keberadaanya. Dia muncul, Angkasa muncul Bersama seseorang yang berada dikehidupanya bertahun tahun. Nadira Jedvanna, kembaran seorang Nadhine Jedvanna sedang bersama seseorang yang sudah lama dicari Nadhine dua tahun lalu. Dia kecewa dengan keadaan ini.


    Lantas Nadhine mendatangi mereka berdua disebuah perpustakan dikampus. Terjadilah percekcokan anatara kembaran tersebut. Setelahnya Nadhine melihat raut wajah bingung seseorang yang sudah lama dicarinya. Angakasa dengan raut wajah bingungnya melihat apa yang sedang terjadi dihadapanya saat ini. 


    Nadhine berfikir, apa yang sebenarnya terjadi pada Angkasa yang secara tiba-tiba menghilag dari kehidupan Nadhine selama dua tahun? Terlebih lagi, mengapa dia Kembali namun menjalin hubungan dengan Nadira? Padahal sehari sebelum Angkasa menghilang.


   "Relakan rintik hujan yang membawa segala asa hingga batas penantian. Jangan takutuntuk membuka lembaran baru demi ruang yang baru."


Bersambung


*) Penulis merupakan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati

A Multifunctional Pen

A Multifunctional Pen

Oleh: Daffa Fathurrahman.


    Banyak orang berpendapat bahwa kehidupan anak SMA adalah masa paling terindah, tapi tidak untukku, hidup sendiri di sebuah rumah kecil, mempunyai kerja sampingan sangatlah membosankan, apalagi di semasa hidupku tidak pernah mengalami masa percintaan selayaknya kebanyakan remaja di luar sana.


    Perkenalkan nama saya Ahmad Shynx Olympus, sangat aneh bukan?? ... yah begitulah ayah menamaiku. Ayahku yang seorang santri menikah dengan ibuku yang seorang putri kerajaan Inggris, menjadikan namaku sangat aneh.


    Sedikit kuceritakan masa laluku tentang orang tuaku. Yang selalu kudengar dari nenekku, ayahku melamar ibuku yang Bernama Athena Olympus yang biasa dipanggil Anna di istana kerajaan inggris, ditolak mentah-mentah, akan tetapi ayahku yang cerdik tidak kehilangan cara, ia membungkus ibuku dengan karung kemudian ia bawa menuju Indonesia lebih tepatnya Trenggalek. 


    Singkatnya dua hari setelah kelahiranku, pasukan Inggris menginfasi Trenggalek demi menemukan dan membawa pulang ibuku ke kerajaannya. Ayahku yang biasa-biasa saja pasrah akan itu semua, ia berpikir mungkin ini jalan terbaik bagi mereka.


    Sekian flash back tentang orang tuaku, dan apa yang terjadi dengan ayahku? Beliau menghilang semenjak aku berumur 5 tahun kemudian aku diasuh oleh nenek. Di setiap hari ulang tahunku aku pasti mendapat hadiah spesial yaitu surat dari ibuku.


    Akan tetapi ketika umurku menginjak 16 tahun tepat di hari itu pula satu-satunya orang yang menjagaku dipanggil oleh yang maha kuasa. Kesedihan memenuhi hari-hariku, tidak memiliki orang yang menyayangi kalian adalah suatu yang menyedihkan.


    Sekarang aku tinggal di rumah kos sederhana di pinggiran kota Bandung, tentunya aku masih duduk dibangku XI SMA, mungkin kalian bertanya-tanya tentang dana sekolah dan dana kosku, untungnya aku mendapat beasiswa dari Pak Jokowi karna beruntung dan doa pastinya tapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, aku bekerja di sebuah restoran.


    Di suatu pagi ketika kota Bandung di bungkus awan gelap, aku berjalan sendirian ditemani rintik hujan. Beberapa kendaraan berlalu Lalang di jalanan. Kemudian tiba-tiba seseorang menepuk Pundakku, “Mad..? udah jam 7 kurang nih nanti telat ”dia adalah Hisyam begitulah murid terfavorit, owh oke jawabku sambil mengekorinya dari belakang. Pada jam 7 tepat bel sekolah berbunyi tanda pelajaran sekolah akan dimulai. Sesuai dengan dugaanku  tidak ada yang menarik di sekolah kecuali melihat senyumnya tapi yah aku hanya bisa mengaguminya tanpa harus memilikinya.


    Tiba-tiba wali kelasku masuk bersama dengan seorang murid “kok aku agak familiar ya dengan nya?” batinku dalam hati. ”Oke anak-anak kita sekarang kedatangan murid baru pindahan dari London”, sontak semua murid berteriak histeris, ”oke silahkan perkenalkan dirimu anak,” suruh wali kelas kami kepadanya.


    “Hello every one perkenalkan namaku Myles Olympus,” seketika aku terkejut. ”Lho kok nama kita sama,” benakku dalam hati. ”Aku pindahan dari kota London sekian dan mohon bantuannya untuk ke depannya, makasih,” ia berbicara menggunakan bahasa Indonesia tapi logat Britishnya masih terlihat.


    “Oke Myles, silahkan duduk di samping Ahmad.” kemudian ia berjalan menuju ke sampingku dan duduk. Ia memperkenalkan dirinya kepadaku dan aku pun melakukan hal yang sama. Tetapi aku punya feeling bahwa dia akan banyak berpengaruh kepada kehidupanku nantinya.


    Sepulang dari sekolah, tentunya aku pulang sendirian, maklum gak punya temen, ada sih beberapa teman tapi masih bisa dihitung dengan hitungan jari. Ketika aku berjalan sambil memandangi rintik hujan di langit. Tiba-tiba sesuatu jatuh tepat di hadapanku, membuyarkan lamunanku. Aku memperhatikan benda tersebut yang ternyata adalah sebuah pena dengan motif yang aneh tapi keren. Karena tertarik aku refleks mengambilnya.


    Sesampainya di rumah, aku langsung merebahkan diri dan ganti baju ”Ah, capeknya full day” keluhku saat merebahkan diri di sofa. Tiba-tiba aku teringat dengan pena tadi, seketika aku mengambil tasku dan mencari benda tersebut.


    Agak sulit untuk mencarinya di dalam tas tapi nah, akhirnya ketemu. Kuputar-putar pena itu dan menemukan sebuah tulisan “A Multifunctional Pen” dan juga tertulis “This pen will wish what you want!” Seketika aku berkomentar ah masa. Karena penasaran akhirnya aku benar-benar mencobanya dan menuliskan ditanganku “dapat pulsa 200k”. Kemudian aku menutup pena tersebut dengan menekan tombol yang berada di ujung pena itu. Tiba-tiba ada notifikasi masuk ke ponselku ’SELAMAT ANDA MENDAPATKAN PULSA GRATIS SEBESAR 200K’. Seketika aku kaget dengan hal itu. Karena masih belum percaya aku mencobanya lagi dengan menulis “Hujan reda” dan sama seperti sebelumnya, ketika aku menutup pena tersebut hujan benar-benar reda.


    Kemudian aku menelusuri pena tersebut sekali lagi dan menemukan sebuah tombol di samping tulisan ‘a multifunctional pen’. Karena penasaran aku refleks menekannya. Tiba-tiba daerah sekitarku berubah menjadi abu-abu dan dipenuhi kabut tebal. Di sana tampak sosok bertubuh besar mengenakan jubah khas bangsawan datang menghampiriku.


To be continued.........

*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati

Jawabanmu Ada Di Sepertiga Malamku

Jawabanmu Ada Di Sepertiga Malamku

Oleh: Roro Arung T.


    Pada suatu hari aku menjalankan rutinitasku yaitu menyapu dan lain-lain. Aku tinggal disebuah pondok yang cukup besar yang ada di Jawa Timur. Pondok itu adalah tempat yang membuatku dewasa dan bisa berfikir tentang seseorang yang membuatku jatuh dalam hatinya, yaitu dia yang bernama Fakhri. Dia adalah laki-laki yang bisa membuatku jatuh dalam hatinya.


    Pada suatu malam dia mengirimkan pesan kepadaku “assalamualikum Arum”.  Aku syok melihat pesan itu dan aku kaget, lalu akupun bergumam “orang sebeku Fakhri mengirimkan pesan kepadaku?” Aku tidak menjawab pesan Fakhri si cowok paling beku sedunia. Beberapa hari kemudian aku menjawab pesan dari Fakhri “waalaikumsalam, iya Fakhri ada apa?” akupun memaksa diriku untuk tidak akan membalas pesan dia lagi. Aku hanya akan fokus mondok dan belajar. 


    Lalu setelah itu aku sholat tahajud untuk menemukan jawaban dari semua yang Fakhri tanyakan kepadaku. Lalu Fakhri membalas pesan yang sudah berminggu-minggu, “I will bring you running well!”. Aku hanya bisa memandang pesan tersebut. Aku berfikir mengapa Fakhri melakukan itu semua kepadaku. Akupun menjawab pesan itu, “apa maksudmu?” Mungkinkah ini jawaban dari semua doa dan sholat malamku? Mungkinkah ini hanya halusinasiku saja? Mungkin sih. 


    Suatu hari aku bertemu dengannya di sebuah masjid yang ada di Ngawi. Aku mematung dan hanya berdiam diri sedangkan dia pun begitu. Rasa mulai canggung pun datang. Kita berpandang-pandangan. Akhirnya Fakhri mengajak bicara “apakah kamu salah satu santri yang mondok di Nurul Huda?” Aku menjawab “i..iya”. Aku pun bertanya kepadanya “apakah kamu juga salah satu santri yang mondok di Nurul Huda?” diapun menjawab dengan lantang “iya”. Kita terdiam sejenak untuk membiasakan berbicara dengan berbeda angkatan.


    Akhirnya adzan Isya’ pun berkumandang. Lalu dia mengajakku untuk sholat berjama’ah. Dan kita melanjutkan pembicaraan dengan membahas pelaksanaan Harlah pada hari minggu nanti. Setelah selesai kita memutuskan untuk pulang ke pondok masing-masing. 


    Puncak acara Harlah pun datang. Di saat itu semua santri boleh memegang HP mereka termasuk Fakhri. Dia mengirimkan pesan kepadaku “uhibbuki”. Aku sedikit tidak paham dengan pesan tersebut. Akupun bertanya “apa maksudmu Fakhri?” dia langsung menjawab “maksud ku. Aku menyukaimu”. Aku tidak menjawab pesannya.


    Dia memaksaku untuk menjawab pesannya. Pasalnya aku gugup untuk membalas pesanya, lalu aku memberanikan menjawab “kenapa harus aku yang kamu sukai, padahal masih banyak wanita lain yang menyukaimu?”. Dia membalas  “adakah cinta yang harus dipaksa untuk bisa mencintai orang lain, selain orang yang aku cintai?” Aku hanya bisa berfikir apa maksud pesan darinya. Aku menjawab pesanya “adakah laki-laki yang bisa mencintaiku dengan ketulusan? adakah cinta sejati di antara kita?” Fakhri membalas pesanku dengan cepat dan menjelaskan semua itu. “Ada, yaitu aku sendiri. Dan cinta sejati pasti ada di antara kita”. Aku langsung menjawabnya “apakah kita bisa bersatu yang mana masih ada wanita lain yang menyukaimu dan masih belum bisa menjauh darimu?”


    Dia menjawab “siapa wanita itu, dan beri tahu aku tentang wanita itu?”, “dia adalah pindahan pondok pesantren Nurul Amin yang bernama Aliza, dia berasal dari Denpasar, Bali”. Di sisi lain Fakhri langsung mematikan ponselnya dan merenungkan diri untuk bisa menjalin hubungan dengan Arum dan tentang semua masalah yang terjadi dengan wanita yang bernama Aliza. 


    Aku hanya bisa menenangkan Fakhri dan menyemangati. Fakhri tidak pernah absen untuk selalu beroda dalam tahajudnya dan istiqoroh. 


    Fakhri mendapat jawaban atas doa yang ia panjatkan, dan dia memilih Arum untuk menjadi kekasihnya. Suatu saat aku mengirim pesan kepadanya


“Assalamualaikum Fakhri”


“Waalaikumsalam Arum, ada apa?”


“Kenapa akhir-akhir ini ga ada kabar, apakah kamu sakit atau kenapa?”


    Fakhri menjawab dengan menceritakan tentang wanita yang bernama Aliza. “Arum aku takut untuk mengirim pesan kepadamu dan aku takut kamu kenapa-kenapa, apakah aku boleh curhat denganmu?”


“tentu boleh”. Jawabku.


    Lalu Fakhri menceritakan “kenapa Aliza mencintaiku sedangkan aku tidak mencintainya? Aku sangat kasihan kepadamu karena aku terlalu mencintaimu dengan ketulusan hatiku”.


    Aku tersentuh dengan ucapanya, dia mengirim pesan lagi setelahnya “apakah kamu akan percaya apa yang bicarakan?”


    Aku pun menjawab, “aku takut dengan wanita yang bernama Aliza, Fakhri”.


    Fakhri pun turut kesal dengan Aliza, lalu membalas pesanku “tidak usah takut dengan Aliza! Aku tidak akan menyukainya, Arum”.


    Setelahnya aku merenung dan melaksankan solat tahajud untuk meminta jawaban atas apa yang Fakhri lakukan kepadaku. Aku menjawab pesan Fakhri yang sebelumnya, “apakah kau benar-benar mencintaiku dengan tulus dan ikhlas Fakhri? aku akan menerimamu di saat aku salat di sepertiga malamku”.


“Aku akan menunggu di sepertiga malamku”.


    Aku berfikir atas jawaban dan janjinya. Aku membalas “ berjanjilah kepadaku untuk tidak meninggalkanku seumur hidupku”. Dan Fakhri mengiyakan janji tersebut. 


BERSAMBUNG


*) Penuis Merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati

If You Think Can, So You Can

If You Think Can, So You Can

Oleh: Nhaisila Permata Wiguna.


    The real of perjuangan is apabila kita ada tekat untuk bisa berhasil, untuk mau mencapai mimpi-mimpi dengan sungguh-sungguh. Mereka yang rela berkorban raga dan hatinya untuk mendapat hasil yang maksimal, semangat ya untuk yang sedang berjuang melawan dunia yang tidak selalu bersahabat, saya yakin setiap orang yang ingin berjuang pasti dia akan meraih apa yang telah ia perjuangkan. 


    Khususnya untuk remaja-remaja yang sedang mondok dan jauh dari orang tua. Berjuanglah, tataplah yakin bahwa perjuangan tidak akan mengkhianati hasil. Perjuangan yang sungguh-sungguh adalah kunci kesuksesan, jadi tetap semangatlah untuk berjuang.


    Dan untuk diri saya sendiri, terima kasih, semoga tetap menjadi kuat, dan menjadi manusia yang berguna bagi siapapun. Dunia memang keras ya! Apalagi kalau sudah tumbuh beranjak dewasa, makin banyak masalah yang harus kita hadapi disana, akan tetapi beda dengan mereka yang tidak mempunyai cita-cita, mereka hanya memikirkan kehidupannya sekarang, tidak memikirkan bagaimana dirinya besok.

 

    Cita-cita atau tujuan itu penting! Karena tanpa adanya tujuan, seakan-akan hidup kita akan gitu-gitu saja. Gak ada capaian dan gak ada harapan untuk berhasil, maka ayolah bermimpi setinggi mungkin. Masalah tercapai atau tidak tercapainya itu urusan belakang, yang penting kita bermimpi dan berjuang  untuk menggapainya. Ustaz saya pernah berdawuh ”mimpilah setinggi mungkin karna mimpi itu gratis” jadi gak ada alasan untuk tidak bercita-cita, Okheee ...


    Di dalam diriku kadang-kadang juga tergores kata iri, ketika melihat orang lain bahagia, tapi aku selalu menjadikan kata iri sebagai sarana penyemangat untuk diriku, bahwa aku juga harus berjuang untuk menjadi orang yang bahagia juga. Aku selalu berpesan kepada diriku sendiri ”iri boleh dengki jangan” karena di balik kebahagiaan mereka pasti ada yang dikorbankan sebelumnya. Maka camkan pada diri kalian, jikalau kita mau bersungguh-sungguh, niscaya kita akan berhasil. 


    Apakah anak orang yang tidak mampu bisa mencapai cita-citanya? Jawabannya bisa! Tidak sedikit di dunia ini pemuda yang sukses tanpa biaya banyak. Karena apa? Karena dia bersungguh sungguh belajar, sehingga ia mendapatkan beasiswa dari pemerintah. Dikarenakan semangat yang sangat besar, sehingga ia sarjana dan bisa membahagiakan kedua orang tuanya. Jadi ada kok, kesempatan untuk rakyat jelata jika ingin berusaha, dan terus berdoa, percaya diri adalah jalan yang baik atau kunci utama yang bisa kamu terapkan untuk mencapai apa yang kamu inginkan.


    Hidup tidak ada yang mulus, semuanya butuh pengorbanan. Ya begitu, jika jatuh kita bangun lagi, jika gagal kita bisa coba lagi. Karena dengan kegagalan itu, kita jadikan pengalaman bahwa kita harus menjadi yang lebih baik dari sebelumnya.


“Jika menyerah adalah cara yang kamu lakukan ketika kamu dihadapkan dengan masalah, maka kamu bisa disebut sebagai pengecut, karena hanya pengecut yang lari dari masalah.”


    Ayo hadapi kerasnya dunia! Kejar apa yang kamu inginkan, teruslah melangkah ke depan jangan pernah berhenti bahkan mundur. Bermodalkan tekad, kita bisa  melawan rasa takut, melawan sesuatu yang membuat kita takut terhadap suatu tujuan dan cita-citamu selama ini.

    

    Akan tetapi jika kita sudah mempunyai mimpi yang sudah kita rencanakan sedemikian rupa, namun kita lupa atau bahkan tidak ada niatan untuk mencapainya, itu adalah niatan yang sia-sia bukan? Tapi jika niatan itu tercipta hanya karna ocehan-ocehan orang lain yang tidak penting maka bersikap masa bodohlah kepada mereka, hilangkan pikiran mu tentang mereka, berfikirlah bahwa mereka tidak ada pentingnya sama sekali untuk kesuksesanmu, itu semua hanyalah beban untukmu.


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati

Suka Duka Merantau

Suka Duka Merantau

Oleh: Mukhlis Abdul Rafi.


    Merantau bisa kita sebut dengan hijrah. Apa itu hijrah? Menurutku hijrah adalah perjalanan kita menuju tempat yang baru, untuk belajar lebih baik dari sebelumnya. Pepatah pernah mengatakan "carilah ilmu ke negeri Cina". Maksudnya janganlah kita mencari ilmu di satu tempat, tapi carilah ilmu di berbagai tempat, karena di luar sana ada banyak hal yang tidak kita ketahui.


    Hijrah mengajarkan kita tentang berinteraksi dengan orang-orang setempat dan dengan hijrah pula kita pastinya akan mendapatkan sebuah pengalaman yang mana pengalaman itu membuat kita belajar  tentang suatu hal. Tentunya kita berhijrah pastilah ada yang Namanya suka dan duka. Suka itu adalah bahagia, bahagia di mana mendapatkan suatu hal yang baru, dapat mengenal dunia baru, pengetahuan yang luas dan tentunya sahabat baru. Dan setiap adanya suka pasti ada yang Namanya duka. Duka itu adalah perpisahan atau kesedihan.


    Berhijrah bukan hanya belajar tentang hal baru, tapi juga belajar untuk hidup mandiri, berpisah dengan keluarga dan orang-orang yang kita sayangi. Terkadang itulah yang membuat kita merasa sedih. Di luar sana kita hanya hidup sebatang kara, melihat orang lain bersama keluarga mereka dan orang-orang yang mereka sayangi. Ketika kita memiliki masalah maka kita harus menghadapi masalah kita sendiri. Itulah masa-masa sulit dan duka yang kita jalani bila berhijrah.


    Tapi janganlah putus asa jika mengalami hal-hal seperti itu, karna imam Syafi’i, ia pernah bersyair: “Tidak ada tempat bagi orang berakal dan beradab untuk beristirahat, maka tinggalkanlah tanah kelahiranmu dan mengasingkanlah.” “Berkelanalah, maka kamu akan mendapat ganti dari yang kamu tinggalkan.” “Dan bersusah payahlah, karena kelezatan hidup berada dalam kesusahan.”


    Jadikanlah syair ini sebagai pegangan untuk kita ketika behijrah. Dan satu hal lagi, katakanlah ini pada dirimu ketika melalui kesulitan.


“Allah ingin kuatkan pundakku” 

“Allah ingin ajarkan sabar pada diriku”

“Allah ingin kebaikan untukku”

“Allah ingin surga menjadi muara akhirku”


    Oleh karena itu marilah kita bersama-sama belajar berhijrah, jangan beranggapan bahwa hijrah itu sulit. Bila kita timbulkan niat dalam diri kita pasti Allah akan memberikan jalan kemudahan untuk kita, ”siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga”. (HR.Muslim)


    Teruntuk para pengendara waktu, bertahanlah sampai surga menjadi pelabuhan terakhir kita.


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


Pertemuan Yang Singkat

Pertemuan Yang Singkat

Oleh: Nindia Putri Widarmono.


    Setiap Narelle tidur, Narelle selalu bermimpi tentang sosok laki-laki berbadan tinggi dan berbadan kecokelatan. Dia selalu datang ke mimpi Narelle dengan wajah yang sedih. Dan Narelle tidak tahu apa penyebab laki-laki tersebut bersedih. Dan setelah Narelle bermimpi tentang laki-laki itu, ia selalu menceritakan mimipi tersebut kepada ibunya. Ibu Narelle mengatakan kalau itu hanyalah setan yang masuk ke mimpi Narelle. Narelle terus memikirkan apa yang ibunya ucapkan, sangat terasa tidak masuk akal.


    Belum puas dengan apa yang ibunya katakan, Narelle pun mencari tahu apa maksud mimpi tersebut di internet. Ada artikel yang mengatakan, bahwa jika sering bermimpi bertemu dengan laki-laki yang tidak diketahui asalnya dan sering muncul di setiap mimpimu, maka dia adalah jodohmu. Setelah membaca artikel tersebut, tiba-tiba saja, ada selembar kertas di hadapan Narelle, Narelle sangat heran mengapa kertas tersebut tiba-tiba ada di hadapan Narelle. Di surat tersebut tertulis: ”untuk kamu yang baca ini, kumohon pergilah ke jalan Kamboja dan kamu akan bertemu orang yang ingin kamu temui’’. Karena Narelle sudah terlalu kepo dengan laki-laki tersebut, tanpa memikirkan apa-apa langsung mengambil tas dan pergi ke jalan Kamboja seperti apa yang dikatakan oleh pengirim surat tersebut.


    Selama perjalanan, isi dari surat tersebut masih terbayang-bayang di kepala Narelle, Narelle langsung teringat artikel yang tadi ia baca di internet. Apakah Narelle akan bertemu dengan jodohnya? Pertanyaan itu yang selalu terlintas di kepala Narelle.


    Sesampainya Narelle di jalan Kamboja, ia sangat terkejut di sana sudah ada banyak sekali makam, dan di pemakaman tersebut terlihat sangat sepi, bisa di bilang hanya ada Narelle di sana. Karena Narelle ingin sekali bertemu dengan lelaki yang ada di mimpinya itu, Narelle membulatkan tekatnya untuk memasuki pemakaman tersebut. Narelle berhenti di sebuah makam, yang ternyata orang di dalam makam tersebut sudah meninggal 20 tahun lalu. Narelle menemukan selembar kertas di samping makam tersebut. “Terimakasih sudah mau datang ke sini, jika kamu masih ingin bertemu denganku maka datanglah ke pohon beringin yang ada di ujung sana”, begitulah isi selembar kertas tersebut.


    Narelle sudah terlalu kepo dengan laki-laki itu, jarak dari makam ke pohon beringin lumayan jauh, tetapi masih ada sinar matahari yang menemani Narelle untuk menemui laki-laki itu. Langkah Narelle sudah sudah semakin dekat menuju pohon beringin. Dari kejauhan, Narelle melihat sosok laki- laki yang persis dengan yang ada di mimpi Narelle. Narelle pun segera mempercepat langkahnya dan mendekati laki-laki itu.


”Hai”, sapa Narelle pada laki-laki itu, tapi laki-laki itu tidak membalas sapaan Narelle.


“Hai!” apakah kamu tidak mendengar ku?!” ucap Narelle. 


”Aku adalah jodohmu, Narelle”, ucap laki-laki tersebut spontan.


Narelle sangat terkejut mendengar itu. “Maksud kamu?” tanya Narelle.


“Aku adalah jodohmu, tapi aku sudah meninggal”, ucap laki -laki itu.


“Jadi, apakah kamu ingin pergi bersamaku?” ajak laki-laki itu.


“Pergi kemana?” tanya Narelle.


“Pergi ke surga, tidak ada tempat yang paling indah selain surga”, ajak laki- laki tersebut sembari menggenggam tangan Narelle.


“Tapi aku masih mau hidup”, ucap Narelle ketakutan mendengar ajakan laki-laki itu.


“ya sudah kalau begitu, aku akan menunggumu sampai kamu mati dan kita akan bertemu di surga”, ucap laki-laki tersebut sambil tersenyum.


    Seketika pun Narelle pun terdiam. Narelle sangat-sangat terkejut dengan kejadian hari ini. Ia tidak tahu ia harus senang atau sebaliknya.


“Hei, apakah kamu bisa hidup kembali?” tanya Narelle.


”Yang sudah mati, tidak akan hidup kembali, itu sudah menjadi takdirku”, ucap laki-laki tersebut yang sedang melihat pemandangan yang sangat indah ketika itu sebelum ia pergi ke alamnya.


”Aku bisa di sini hanya karena ingin menemuimu, dan jika kamu tidak ikut denganku, kita tidak akan bertemu lagi”. Setelah laki-laki itu mengatakan hal tersebut, tiba-tiba turunlah hujan yang sangat deras. Yang mulanya langit cerah, seketika berubah menjadi langit gelap yang menakutkan.


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


Selasa, 18 Juni 2024

Apakah Bentuk Bumi Itu? Datar Atau Bulat?

Apakah Bentuk Bumi Itu? Datar Atau Bulat?

Oleh: Salma Dwi Saputri


    Apakah yang selama ini ada dipikiran kalian tentang bentuk bumi? Bentuk bulat? Ataukah datar? Mari kita lihat berbagai argument dan teori yang ada.


    Para ilmuan-ilmuan zaman dulu, sangat tekun dalam mengetahui asal usul sesuatu untuk dijadikan penelitian, begitu juga terhadap bentuk bumi yang sebenarnya. Mereka meneliti dengan berbagai cara, dan menimbulkan banyak teori mengenai bentuk bumi. Salah satunya adalah teori menurut orang india dan orang babylonia. Orang-orang india berpendapat bahwa, bumi dijinjing oleh empat gajah yang berdiri diatas ular besar.sedangkan orang babylonia berpikir bahwa, bumi adalah dataran yang dikelilingi dan dipenuhi oleh lautan. Sebagian orang berpikir bahwa ujung bumi adalah tebing terumbu, karena mereka mengira bahwa  bumi itu datar.


    Seorang filsuf Yunani yang Bernama phytagoras berpendapat bumi itu bulat. Ia menggambarkan dengan sebuah kapal yang sedang berlayar, mungkin teori india akan berpikir "bagaimana jika kapal itu jatuh?" atau teori Sebagian orang berpikir kapal itu akan menabrak tebing terumbu, tapi tidak menurut phytagoras, karna bumi bulat, kapal itu tidak akan jatuh, hanya saja tidak terlihat oleh pandangan mata.  Ketika kita melihat dari sisi yang berlawanan, kapal tidak terlihat. Ketika kapal itu menjauh dari pantai, yang terlihat hanyalah ujung tiang dan Sebagian dari layarnya.


    Apakah teori-teori dan perdebatan itu sudah menemukan hasil akhir? Ataukah masih diperdebatkan?. Jawabannya adalah masih!, teori-teori tersebut masih diperdebatkan sampai sekarang. Dengan keadaan kita sekarang, yang hidup di zaman modern. Tidak sedikit ilmuan yang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk penelitian, salah satunya adalah NASA, Lembaga ruang angkasa itu telah meluncurkan misi apolo 8 untuk mengambil foto bumi pada tanggal 24 desember 1968, tetapi tidak semua orang percaya terhadap hasil dari misi sebuah Lembaga ruang angkasa tersebut.


    Samuel shenton, yang merupakan pendiri flat earth society, sebuah organisasi internasional, bagi masyarakat yang berpendapat bumi datar, tidak pernah percaya pada foto-foto yang dihasilkan oleh NASA, termasuk foto bumi yang tampak bulat berwarna biru yang terlihat dari luar angkasa. Menurutnya sangat mudah sebuah foto memperdaya mata yang tidak terbiasa dan terlatih. Namun tidak baginya. Foto tersebut menurutnya palsu.


    Untuk membantah kebangkitan dan perkembangan Kembali organisasi teori bumi datar (flat earth organisation). NASA Kembali menulis dalam menyebarluaskan foto-foto antariksa. Yang memuat gambar bumi. Foto itu diambil pada tanggal 20 november 2016. Melalui foto ini NASA Kembali membuktikan bahwa bumi itu bulat.


    Pakar astronomi Indonesia, pro. Dr. Thomas Djamaluddin menganggap bahwa pemahaman bumi datar adalah sebagai pseudosains (pengetahuan, metodologi, keyakinanan atau praktik yang di klaim sebagai ilmiah tetapi tidak mengikuti metode ilmiah).


    Tokoh islam Dr. zakir Naikh juga berpendapat bahwa bumi itu bulat, walaupun menurutnya bulatannya tidak sempurna, melainkan menyerupai telur burung unta. Dr. zakir Naik mengatakan bahwa silih bergantinya siang dan malam tidak akan pernah terjadi jika bumi tidak berbentuk bulat.


    Bagi ilmuan astronomi modern, pemahaman mengenai bumi datar sangat tidak berdasar dan terlalu mengada-ada. Mereka menganggap gaya grafitasi tidak ada, kabar pendaratan Neil Armstrong di bulan adalah palsu, foto bentuk bumi adalah rekayasa, satelit tidak ada, dan jarak bumi dengan matahari sangat dekat di beberapa media sosial,  mereka di tuduh sebagai orang-orang yang menolak semua perkembangan ilmu pengetahuan yang telah di capai beradap-adap.


    Kesimpulannya bahwa, jika bumi itu berbentuk datar maka matahari yang dikatakan sangat dekat dengan bumi jika itu memang benar, maka kita penghuni bumi akan terbakar karena suhu matahari yang mencapai 6.000 derajat, dan jika memang benar satelit itu tidak ada, selama ini kita berkomunikasi satu sama lain tidak dengan satelit? Lantas dengan apa? .


    Lalu, bagaimana pendapat kalian mengenai bentuk bumi, datar ataukah bulat? Semuanya Kembali pada kesimpulan masing-masing pembaca.


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


Setiap Insan Mempunyai Potensi

Setiap Insan Mempunyai Potensi

Oleh: Nindia Putri Widarmono


    Dalam setiap diri manusia sudah pasti tersemat potensi di bidang apapun itu, hanya mungkikn kita yang alpha umtuk menyadarinya, menggali lebih dalam, dan kemudian mengaktualisasikan di ruang yang benar. Sebab apa? Sebab kita terlalu banyak melihat potensi majemuk yang diharapkan banyak orang yang mana potensi itu tidak terdapat dalam diri kita. Contoh, stigma public sejak dulu menilai bahwa anak yang cerdas adalah mereka yang pintar di mata pelajaran matematika, fisika, kimia, biologi dan mampu memenangkan kompetisi di bidang itu maka ia dikategorikan sebagai anak yang pintar . kemudian , apa kabar dong mereka yang potensinya tidak disana? Bagaimana nasib mereka yang cerdasnya di ilmu sosial dan pandai serta kritis mengamati dinamika perubahan kehidupan di sekitarnya? Belum lagi mereka yang memiliki bakat di dunia bahasa, anak-anak yang sebenarnya memiliki bakat di dunia pidato, debat, mendongeng atau drama seolah tidak "sekelas" dengan mereka yang berada dikelas olimpiade. Mereka ini paling-paling hanya dianggap sebagai golongan manusia kelas dua bahkan tiga.


    Jangan dikira, setiap anugrah dan prestasi yang didapatkan oleh orang-orang hebat itu adalah sesuatu yang taken for granted, alias tiba_tiba sudah didepan mata. Tokoh-tokoh seperti bill gates dan steve job  sendiri membuktikannya.mereka pernah dinilai sebagai orang yang gagal dan tidak masuk akal. Tapi nyatanya, kita bisa lihat sendiri seberapa besar dampak perubahan kehidupan akan konstribusinya didunia teknologi. Lalu pertanyaanya, apakah kita juga memiliki peran yang sama dengan bill gates dan steve job? Jawabannya, tentu saja. 


    Mereka berdua dan kita sama-sama manusia biasa, ciptaan tuhan yang maha sempurna. Asal kita tahu saja. Bahwa sebenarnya tuhan menciptakan kita sambil mewarisi sifat-sifatnya yang luar biasa.bedanya, kemampuan tuhan tidak terbatas apapun, sedangkan kita hanya secuil sangat terbatas. Namun, yang perlu digaris bawahi adalah "setiap cuilan-cuilan bekal yuang dititipkan tuhan untuk kita seyogyanya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya". Look inside of you deeply. Apa yang kita mampu lakukan dan apa yang mampu kita perbaiki. Walaupun itu kecil dengan izinnya pastilah memliki dampak besar dalam kehidupan yang dinamis ini. 


    Langkah yang bis akita ambil adalah sedikit mengambil jarak dari keramaian dan hiruk piruk manusia. tidak ada salahnya kita sesekali merenung, berkomtenplasi kekuatan apa yang sebenarnnya ada didalam diri kita dan belum sempat terekplorasi. Ingat, dieksplorasi yaaa bukan di eksploitasi. Hidup di dunia ini secukupnya saja tidak perlu berlebihan. Kalau memang peran kita cukup 35% ya lakukan sesuai porsinya saja tidak perlu terlalu memaksakan diri atau ngotot untuk mengerjakan semuanya hanya demi ingin terllihat sempurna dimata orang. Kasian yang lain, nanti malah tidak kebagian peran. "intinya, menjalankan peran artinya membawa sebuah kepentingan. Untuk berhasil membawa sebuah kepentingan diperlukan sebuah kekuatan tekad untuk meninggalkan hal-hal yang sepele dan tidak menyepelekan hal-hal yang sebenanarnya besar dalam hidup". 


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


Senja Yang Mempertemukan Kita

Senja Yang Mempertemukan Kita

Oleh: Safa Aulia Dea Novita.


    Disaat itu, disaat matahari ingin meninggalkan cahayanya dan disitu pula aku juga melihat ada seorang lelaki yang berdiri menatap senja itu. Dia berdiri di atas papan kayu yang ada di dekat danau. Dan pada saat itu, aku melihatnya, rasa ini langsung muncul secara tiba-tiba. Mataku langsung terpejam sejenak melihat indahnya dirimu dan senja itu. Dan di saat itu pula, alu mencari apapun tentang mu. Dan wajahmu selalu ada dalam pikiranku, tapi entah bagaimana perasaan ini kepadamu, seperti terombang ambing di lautan yang sangat luas.

    Setiap hari rasanya aku ingin menatapmu bagaikan menatap indahnya senja di sore hari, rasanya aku ingin setiap detik, setiap saat bersamamu. Sosokmu begitu menarik bagiku, walau aku belum tahu sosok aslimu seperti apa. Dan jika ada mesin waktu, aku ingin memutar waktu itu lagi, waktu pertama aku melihatmu.

    Dari pertama aku melihatmu, hanya kamu yang menjadi sosok terindahku, karena aku baru merasakan yang namanya jatuh cinta, dan terkadang akupun pernah berfikir, bahwa hanya kamu yang aku cintai selamanya, dan itu hanya sebatas harapan yang belum pasti bagiku, dan aku tidak mau berharap  lebih terhadap seseorang, karena aku sering mendengar cerita oran-orang yang katanya telah berharap besar, eh ternyata malah di tinggal sama pacarnya.

    Hari silih berganti, dan aku sudah lama tak melihat sosokmu lagi. Rasa hatiku ingin melihatmu, namun aku sadar, hanya sebatas mimpi bagiku, yang tak mungkin jadi nyata.

    Dan lambat laun, aku bisa mengetahuimu lebih dalam, ternyata kamu berbeda dari yang lain. Kamu sangat menarik bagiku, aku sangat merindukan sosok sepertimu, yang mengingatkanku tentang sosok ayahku, yang telah pergi sejak aku berumur 13 tahun.

    Aku tidak tahu perasaan ku ini akan mengarah ke mana lagi, terkadang, perasaan ini salah jika aku terlalu mengikutinya.

    Dan keesokan harinya, aku melihat lagi di tempat yang sama, tapi dengan suasana yang berbeda. Kali ini aku melihatmu tidak dengan senja yang indah, melainkan hujan yang mengerikan, aku melihatmu ketika aku meneduh di rumah penduduk di sana. Aku melihatmu dari kejauhan dan di situ aku memperhatikanmu seperti orang yang tengah bersedih, dan itu adalah terakhir kalinya aku melihatmu.

    Pada hari itu, aku memutuskan untuk datang ke danau tempat pertama aku melihatmu, dan akupun duduk di tepi danau itu, lalu, aku melihat ada dua anak kecil mendatangiku dan dua anak itu memberiku setangkai bunga mawar merah dan sebuah surat, dan aku membaca surat tersebut, dan di dalam surat itu menyuruhku untuk mengikuti dua anak itu, mengajakku ke tengah taman dekat danau tersebut.

    Dan ketika aku sudah sampai, tiba-tiba aku melihat seorang laki-laki sedang berdiri membelakangiku, dia memakai baju berwarna hitam dan celana jeans hitam. Dan seketika aku berhenti memperhatikan siapakah sosok itu, dan kamu pun berbalik badan mengarah ke wajahku. Dan disitu hal yang selalu menjadi mimpiku tiba-tiba terjadi begitu saja pada hari ini, kejadian yang aku kira hamya mimpi belaka menjadi kenyataan. Dan di situ kamu berkata “Aku mencintaimu”. Kata-kata itu adalah kata pertama yang kamu ucapkan kepadaku dan kata pertama yang aku dengar dari seorang laki-laki untukku. Aku sempat berfikir apakah ini hanya mimpi saja. Dan seketika kamu berlutut di depan ku, lalu kamu mengatakan “Apakah kamu mau menjadi teman hidupku?”. Kata-kata itu membuat jantungku berdetak sangat kencang, kata-kata yang tidak pernah aku dengar selama ini. Pada akhirnya aku menganggukkan kepalaku, tanda aku menerimanya. Di saat itu pun kamu memakainakn cincin terserbut ke Jari manisku, dan seketika muncullah Pelangi yang sangat indah pada saat kamu memakainkan cincin itu.

    Bulan demi bulan silih berganti, dan pada hari itu, kamu mengatakan bahwa kamu membawa hubungan kita ke jenjang yang lebih serius. Kamu berkata bahwa kamu akan segera melamarku. Dan semua itu telah kita bicarakan kepada keluarga kita, dan tak lama lagi lamaran itu akan segera di laksanakan dalam beberapa hari lagi.

    Pada suatu hari, kamu mengatakan sesuatu yang tidak pernah ku duga “Please stop to love me! I have her and you have him”. Kata-kata itu seketika membuatku bertanya-tanya siapa “him”?, dan aku teriungat dengan kata-katamu yang mencintaiku ternyata hanya omong kosong ( BULSHIT). Baru saja aku merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta untuk pertama kalinya, kamu sudah membua hati ini hancur seketika, dan di situ kamu juga mengatakan kepadaku lagi bahwa aku harus melupakan mu, padahal menurutku, melupakan seseorang itu tak semudah yang kamu pikirkan dan melupakan seseorang itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Di situ kamu pergi menghilang saja. Dan di situ aku terbangun dari tidurku , saat itu pun aku langsung mencari di mana kamu, Dan ternyata itu sem,ua hanya mimpi.


Mencapai Keberhasilan Tidak Semudah Bermimpi

Mencapai Keberhasilan Tidak Semudah Bermimpi

Oleh: Aji Setiawan.


    Lihatlah orang-orang yang sukses di luar sana! Menurut kita, mereka bahagia dan berkecukupan atau bahkan lebih dari cukup? Ya! Memang, karena kita hanya melihat saat mereka telah sukses. Coba kita lihat sebelum mereka memetik keberhasilan dan kesuksesan. Apa yang mereka lakukan? Apakah rebahan di rumah sambil main handphone? Tidak! Pastinya mereka mengalami masa-masa perjuangan dan bekerja keras, dan itu semua pasti tidak jauh dari kata pengorbanan, baik harta maupun energi.


    Pastinya, mereka-mereka yang sekarang sukses, dulunya juga mempunyai kekurangan. Namun mereka tetap berusaha dan bekerja keras sekaligus berupaya untuk menjadikan kekurangan itu tidak menjadi penghambat untuk menjadi orang yang berhasil dan sukses. Seperti perkataanku: ”Berusahalah sampai kekuranganmu menjadi tepukan tangan untukmu.”


    Namun, untuk menjadi orang yang berhasil dan sukses bukan karena santai-santai, melainkan dengan gempuran-gempuran yang datang secara bersamaan baik itu masalah ataupun cobaan. Akan tetapi, mereka bekerja keras dan berdoa sekaligus memegang prinsip yang tidak akan pernah putus asa dan menyerah.


    Presiden kitalah sebagai contohnya, yaitu Ir. H. Joko Widodo. Kita melihat beliau adalah seorang pemimpin negara dan orang yang terhormat, betulkan? Terus, apakah kalian tahu bagaimana perjuangan beliau sebelum menjadi seorang presiden sekarang? Dulu, beliau hanyalah rakyat biasa, anak dari seorang penjual kayu dan menjalani hidup dengan sederhana. Beliau juga mengalami banyak masalah. Mulai dari digusur dari tempat tinggalnya dan harus menumpang di rumah pamannya, membantu orang tuanya bekerja agar dapat membeli rumah sendiri dan masih banyak cobaan-cobaan lainnya yang dialami oleh beliau. Namun, beliau tetap berusaha dan berusaha untuk menggapai kesuksesan.


    Jadi semua kesuksesan pasti akan sama dengan usaha yang dilakukan. Sebagai mana dawuh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati, K. Dr. A Halil Thahir, ”Jika kamu ingin kesuksesanmu di atas rata-rata, maka usahamu juga harus di atas rata-rata”.


    Maksud dari kata ”Usaha kamu juga harus di atas rata-rata” adalah jika teman kalian bermain, kalian harus belajar, bukan ikut bermain. Teman kalian tidur, kalian belajar. Bukannya malah tidur sebelum jam sepuluh.


    Jika kalian berada di pondok, pasti akan dihadapkan dengan yang namanya organisasi dan kalian bekerja keras juga berusaha untuk memaksimalkan kerja organisasi kalian. Walau usaha kita tidak sempurna karena kita hanyalah manusia biasa, tapi kita tidak boleh berputus asa dan pasti, di dalam usaha kita masih ada yang namanya masalah.


    Ya! Memang, semua orang kan pasti punya masalah. Apakah ada seseorang yang tidak mempunyai masalah? Pasti punya. Dan semua orang untuk menyelesaikan masalahnya pasti menggunakan cara yang berbeda-beda. Jadi, kalian menggunakan cara apa untuk menyelesaikan masalah kalian? Sebenarnya banyak cara yang baik untuk menyelesaikan masalah. Tapi banyak orang-orang sekarang yang menyelesaikan masalah mereka dengan gegabah, dan cara yang terlalu gegabah seperti itu bukanlah cara yang baik karena hanya akan membawa penyesalan di masa yang akan datang.


    Jadi, tetaplah berusaha untuk menggapai impian. Jangan putus asa, bangkit dari keterpurukan karena saya yakin kita semua adalah petarung untuk kehidupan yang keras ini. Tidak ada cita-cita yang tidak tercapai bila kita berusaha. Tapi yang ada hanyalah cita-cita yang tertunda.


*) Penulis Merupakan Santri Aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


Apakah Alien Itu Benar-benar Ada?

Apakah Alien Itu Benar-benar Ada?

Oleh: Afsya Mafaza Ya'la.


    Bagaimana dengan alien? Apakah Anda yakin itu ada? Banyak orang karena menonton film fiksi sains dan alien, yakin bahwa ada kehidupan cerdas dan maju di luar bumi. Ketika didesak menjelaskan, mereka sering menjawab bahwa tidak masuk akal kalau ada miliaran galaksi, bintang, dan planet di luar sana, tapi semuanya tak punya kehidupan cerdas. Seperti yang seorang tokoh katakan dalam film Contact “Jika hanya ada kita tampaknya ada banyak sekali ruang tersisa”.


    Ndhal Guessoum penulis buku The Young Muslim’s Guide to Modern Science sering ditanya teman-temannya saat di rumah apakah ia percaya dengan kehidupan di luar bumi. Dan ya dia langsung menjawab ”Itu bukan pertanyaan kepercayaan, itu pertanyaan sains, seperti adakah lubang hitam? Dan adakan ada bumi yang lain? dan mesti dijawab dengan riset sains”. Tentu saja, ia menyadari bahwa pertanyaan itu juga punya aspek filosofi, eksistensial, dan bahkan teologis (keyakinan agama): Apakah Tuhan menciptakan seluruh alam semesta ini untuk spesies kita saja? atau adakah banyak spesies cerdas lain, yang beberapa di antaranya barangkali jauh lebih cerdas dan maju dibanding kita? Ada banyak usaha yang dilakukan untuk menjawab itu.


    Upaya pertama menjawab pertanyaan itu secara saintifik dilakukan sekitar lima puluh tahun lalu ketika Frank Drak, ahli astronomi Amerika, mengumpulkan sekelompok saintis untuk mencoba membuat program kunci jawaban pertanyaan itu. Untuk membuka diskusi, dia mendaftarkan faktor-faktor yang menentukan peluang keberadaan makhluk cerdas di luar Bumi di sejumlah planet di sekeliling bintang serat jumlah planet yang dapat bertahan sampai terdeteksi kita. Perkalian faktor-faktor itu menjadi apa yang sekarang dikenal sebagian istilah “Persamaan Drake” yang telah menjadi salah satu teori persamaan paling terkenal.


    Namun, sebagaimana bisa dengan cepat disadari siapapun yang membaca daftar pendek itu, sukar menghitungnya dengan tepat, dan hasilnya (dulu maupun sekarang) tentang jumlah peradaban luar bumi antara hanya satu manusia atau bahkan ada jutaan makhluk seperti manusia di luar sana. Satu-satunya cara untuk mencari tahu hanyalah dengan mencari.


    Kemudian lahirlah program SETI, Search for Extra Ternestrial Intelligence, yang memantau langit mencari sinyal radio atau laser yang berisi pesan. Lima puluh tahun pencarian tak menghasilkan apa-apa. Jagat raya ini sangatlah besar, sinyal dapat berasal dari jarak yang sangat jauh sementara peralatan kita terbatas. Sukar menganalisis semua pancaran radio yang kita deteksi dari galaksi kita, belum lagi dari seluruh alam semesta.


    Masyarakat pun dilibatkan dengan suatu program pada 1999 di mana masyarakat diajak ikut serta dalam progam SETI @Home dengan mengunduh perangkat lunak yang membuat komputer di rumah ikut menganalisis data SETI dari sumbernya, Spiece Sciences laboratory di Universitas of California, Berkeley kalau sedang tak ada kerjaan. Lima juta lebih orang di seluruh dunia ikut serta, menyumbang waktu komputer total melebihi dua juta tahun. Masih belum ada ET (sinyal) ditemukan.


    Ada debat mengenai “Kesunyian seram” itu seperti yang dirumuskan oleh Paul Davies, Ahli fisika masyhur Enrico Fermi sejak awal menyatakan alien tidak ada, setidaknya tidak di galaksi kita: ”Dimana mereka?” tanya Fermi maksud waktu untuk mengembangkan kecerdasan dan teknologi tingkat tinggi; (karena kehidupan muncul di Bumi sekitar 8 atau 9 miliar tahun setelah pembentukan Bima Sakti, Bintang-bintang dan planet planet lain kiranya sudah ada lama sebelum itu, dan kehidupan kiranya telah berevolusi di salah satunya lama sebelum di sini, sehingga sudah menemukan kita (dengan teknologi maju) dan kehadiran mereka kiranya meninggalkan jejak. Itu dikenal sebagai paradoks Fermi, dan banyak buku serta artikel yang telah ditulis mengenainya, mendukung maupun mengenang.


    Argumen menentang paradoks Fermi mencakup antara lain barangkali spesies amat cerdas itu belum menemukan kita (karena kita sendiri belum lama hadir dan menjadi maju), atau bahwa barangkali mereka tak tertarik mendatangi kita.


    Dampak apa yang bakal dihadirkan keberadaan seperti itu secara teologis/religius? Menurut Davies teologi apapun yang bersikeras menyatakan manusia unik bakal tamat. Pada prinsipnya itu juga berlaku bagi Islam, setidaknya dalam pembagian pandangan para ulama, namun Davies berkata “Waktu lambat berubah, agama sangat mudah menyesuaikan diri”. Dia membandingkan tantangan baru itu dengan yang dihadapi evolusi Darwin, yang juga mempertanyakan status istimewa manusia di sebagian besar agama, dia menyimpulkan “Penemuan makhluk luar bumi yang maju bakal menggambarkan ancaman serupa yang lebih kentara, dan terbukti lebih sukar di sebarkan”. Tinggal kita menghitung probalitas (kemungkinan) penemuan itu dari siapa saja, silahkan. Tak diragukan lagi, ini subjek pengetahuan yang menarik.


Dikutip dari buku The Young Muslim’s Guide to Modern Science karya Ndhal Guessoum


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


Menyukai Barang Antik

Menyukai Barang Antik

Oleh: Andika.


    Halo namaku Andre. Aku seorang yang menyukai barang antik. Di suatu hari, aku mendatangi sebuah toko antik Di Madiun, dan aku masuk ke dalam tokonya. Aku melihat banyak barang antik yang aku sukai, dan aku memandangi satu barang yang berupa kacamata antik yang bercorak merah. Dan aku langsung membelinya yang berharga sangat murah 30.000 rupiah.


    Ketika itu gerimis melanda kota Madiun, dan aku langsung memakai kacamata itu. Perjalanan pulang aku memakai motor, ketika sampai jembatan yang bisa di bilang kuno, yang di buat oleh orang Belanda pada saat penjajahan, dan aku melihat sosok remaja perempuan di jembatan itu. Di situ memang ada 3 rumah sebelum ke jembatan, dan aku berhenti di samping cewek itu, lalu aku bertanya “mau ke mana kak?” Gadis itu menjawab “saya mau pulang mas” Aku menawarkan diri untuk mengantarnya “boleh saya anterin?” gadis itu menjawab “boleh”. Aku bertanya “di mana rumahmu?” si gadis menjawab “Maospati Jalan Soekarno RT 13 RW 14”. Sesampai di gang, si anak perempuan itu, aku pun bertanya “siapa namamu dan sekolahmu di mana?” namaku Cindy sekolahku Universitas Madiun.


    Seketika aku mengantar ibuku ke Mall, aku melihat Cindy berdiri di depan kamar mandi cewek. Ketika aku menunggu ibuku belanja sekitar 3 jam-an, ibuku kemudian datang “ibu kok lama belanjanya?” ibu tadi ketemu nenek tua di sana, ibu kasihan karena nenek itu tersesat , ya sudah ibu anterin ke kasir biar dicarikan keluarganya.


    Sampailah di rumah, aku langsung berbaring di kamar, dan langsung memain hp. Aku melihat Instagram ada yang memfollow akunku dan ternyata Cindy, lalu aku ngechat lewat Instagram “halo Cindy, boleh minta nomornya?” 23 menit kemudian “halo juga, boleh, 085***5993” Andre pun langsung mencatat nomornya, “kamu kuliah di mana? Aku lupa”, “aku di Universitas Madiun” dan aku pun langsung mendaftar di Universitas Madiun, aku sudah masuk di Universitas Madiun dan aku sudah memutari tempat kuliahnya, tapi tidak menemukan Cindy sama sekali.


    Sudah satu minggu aku tidak menemukan Cindy di tempat kuliah. Saat itu aku berjalan-jalan dan setelah itu mataku sakit, aku tidak mau sakit mataku ini menular di temaku. Dia harus memakai kacamata, dan di hari itu, aku melihat Cindy di kantin. Aku menawarkan diri untuk mengantarkan pulang, tentu saja Cindy mau.


    Saat di depan rumah Cindy, dia berucap “sebentar Andre aku masuk dulu” aku pun menganggukkan kepala. Sudah 15 menit Cindy tidak keluar, lalu aku pun memanggilnya “Cindy? Cindy? Lalu ibu Cindy datang, “ada apa mas?” “saya cari Cindy Bu” langsung muka ibu itu menjadi panik, “Cindy…” ”ha? Cindy?” “iya bu” tapi mas Cindy itu sudah meninggal 2 tahun yang lalu, muka Andre jadi panik. “Hah? yang aku anterin tadi siapa?” kataku di dalam. “Cindy itu kecelakaan di daerah jembatan kuno itu, kacamata Cindy hilang sampai sekarang”. Andre pun bertanya, “emang kacamatanya warnanya apa Bu?” “pada saat itu Cindy memakai kacamata bercorak merah”. Aku bergumam dalam hati “itu kan yang aku beli”. “Kayak gini Bu kacamatanya?” “Iya anak, kamu nemuin di mana?” ini sudah lama aku beli di toko antik Bu. 


*) Penulis Merupakan Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati

Walaupun Hujan Melanda, Kegiatan Candidates Campaign Tetap Terlaksana

Walaupun Hujan Melanda, Kegiatan Candidates Campaign Tetap Terlaksana


    PP. NJS- Pada hari Sabtu 26 Januari 2023 Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati melaksanakan acara ke-2 dari serangkaian acara Presidential Election Of IKSA-NJS yaitu Candidates Campaign. Acara ini berisikan penyampaian visi-misi dari para kandidat presiden IKSA-NJS.


    Acara Candidates Campign ini dimulai oleh Ustadz Zubaidillah Fadli sebagai host acara. Dilanjutkan oleh Ustadz Fakhruddin Ar-razi M. Psi. yang menjelaskan beberapa hal terkait penyampaian visi-misi nantinya. Acara ini bertujuan agar para santri tahu visi dan misi para kandidat pemimpin mereka dan menentukan calon presiden yang akan mereka pilih. Selain itu juga untuk mengasah skill public speaking para kandidat presiden.


    “Seorang pemimpin juga harus mempunyai skill public speaking yang baik dan skill pemimpin tidak terpengaruh dengan umur seseorang” Begitulah kutipan penjelasan dari Ustadz Fakhruddin Ar-razi.


    Acara dilanjutkan dengan penyampaian visi misi oleh para kandidat presiden secara acak. Pasangan yang pertama terpilih adalah pasangan nomor 04, Siti Maesaroh dan Naysila Permata Wiguna.


    Awalnya penyampaian visi misi ini berjalan lancar. Tapi, hujan turun secara tiba-tiba. Panitia sempat bingung, karena tadi cuacanya cerah dan hujan yang sangat lama baru saja berhenti setelah maghrib. Dikarenakan perubahan cuaca yang sangat mendadak tersebut, lokasi acara terpaksa dipindahkan ke dalam masjid Nurul Jadid Sejati. Wartawan redaksi koran NJS juga sempat mewancarai Ketua Panitia KPU NJS dan menanyakan beberapa hal terkait berpindahnya lokasi acara tersebut


    “Acara ini sebenarnya ingin dilaksanakan 27 kemarin. Tapi, karena hujan yang tidak terduga, maka dipindah tanggal 28 Januari ini. Nah, tadinya acara ini ingin dimulai setelah maghrib. Tapi, atas saran dari Ibu Nyai, maka acara dimulai setelah isya”


    “Tadinya, cuaca sudah diperkirakan cerah karena hujan baru saja berhenti. Tapi tiba-tiba, hujan kembali turun di pertengahan acara. Karena hujan tersebut, lokasi acara kita pindah ke dalam masjid. Kenapa? Pertama, karena kasihan pada para santri, jika acara tetap dilaksanakan di luar mereka akan kehujanan. Kedua, acara ini kan memakai alat-alat elektronik seperti proyektor, speaker dan lain-lain, otomatis jika alat-alat itu terkena air maka akan rusak.”


    Dari wawancara tersebut, dapat disimpulkan bahwa acara Candidate Campign ini juga sempat tertunda karena hujan. Jadi, jika acara ditunda lagi maka akan mempengaruhi jadwal rangkaian acara yang lain. Lalu, bagaimana dengan para panitia? Apakah mereka tidak kesulitan dalam menangani keadaan yang mendadak ini?


    “Dengan semangat dan kerjasama, hujan bukanlah kendala. Hujan adalah sesuatu yang menghambat acara, maka kami mencari sebuah solusi di antaranya memindahkan acara ke dalam masjid”


    Begitulah jawaban dari Ustadz Nurun Alan Nurin Perdana Kusuma S. Ag. Dari jawaban beliau, kita dapat memetik sebuah pelajaran bahwa kerja sama yang baik selalu dapat menyelesaikan sebuah masalah.


    Kembali ke acara Candidates Campaign. Seperti yang sudah kita ketahui, acara tetap berlangsung di dalam masjid. Setelah sesi penyampaian visi misi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi tersebut panitia mempersilakan para santri untuk menanyakan beberapa hal kepada para kandidat presiden IKSA-NJS.


    Walau acara berjalan lancar dan para santri terlihat menikmati acara tersebut, terdapat keluhan dari para santri. Salah satunya, dari santri asal kota kediri, Afsya Mafaza Yala Muhammad ”Acaranya memang menarik. Tapi, suasananya tidak semenarik di luar dan kalu di dalam masjid itu agak gerah karena terlalu rame dan sumpek sumpekan”


    Harapan semua orang, rangkaian acara Presidential Election berikutnya dapat berjalan tanpa adanya kendala. (AVC)


Ekonomi

Ekonomi

Oleh: Daffa Fathurrahman.

    Di dunia ini, ada dua jenis orang. Yakni orang kaya dan orang miskin. Keduanya seakan-akan dipisahkan oleh satu perbedaan perekonomian sehingga membuat mereka tidak ingin disatukan. Para orang-orang miskin dengan serentak ingin merubah nasibnya menjadi kaya, sedangkan orang-orang kaya akan sekuat tenaganya agar tidak terjatuh dari kemiskinan dan tidak menjadi perekonomiannya hancur dan hangus.


    Namun, orang miskin tidak semudah yang ia pikirkan, dia akan banyak menemukan rintangan dalam usahanya untuk menjadi kaya. Dikarenakan banyak alasan yang menyebabkan orang miskin akan tetap menjadi miskin. Kemudian, muncullah pertanyaan-pertanyaan dari generasi zaman sekarang. 


    Mengapa orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin? Salah satu alasan di dunia, ketika seseorang sudah menjadi kaya, ia mempunyai potensi untuk membuat harta kekayaannya berlipat sampai anak, cucunya-pun ikut kebagian dari hasil tersebut. Sebaliknya, orang miskin malah tambah miskin dan sulit untuk bangkit dari kekayaan. Masalah kesenjangan sosial di Indonesia, sepertinya masih terlihat jelas hingga sekarang. Entah apa yang menyebabkan kesenjangan ini begitu tampak nyata. 


Mengapa kesenjangan ini terjadi? Pribadi, bagiku ada lima alasan hal tersebut bisa terjadi. 


    Pertama, sistem pendidikan masih belum adil. Ketika pendidikan dianggap menjadi gerbang kesuksesan, nyatanya tidak semua orang bisa dengan mudah mengaksesnya. Untuk mendapat jalan yang maksimal, diperlukan adanya dana besar. Bagi orang kaya tentu mudah, namun orang miskin sebaliknya. Jika pun ada beasiswa, itu jumlahnya terbatas.


     Kedua, tidak semua orang kaya mau membagi untuk mengimbangi ketidak seimbangan ekonomi maupun budaya. Sebagian perusahaan industri, membayar pajak termasuk sebagai kewajibannya yang sangat sulit sekali. Akhirnya distribusi ekonomi jadi sulit merata dan menyebar.


    Ketiga, gaji di bawah rata-rata menandakan bahwa pendapatan yang diterima oleh seseorang sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kondisi ini sering dialami oleh buruh pabrik, sehingga para buruh pabrik serentak mengadakan demo kenaikan upah. Untuk menanggulangi kondisi ini, ada baiknya seseorang membuka bisnis baru dengan cara bekerja sampingan untuk mendatangkan pendapat tambahan.


    Keempat, lingkungan kurang mendukung. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap status ekonomi seseorang. Misalnya seseorang tinggal di antara tetangga yang pelit, yang tidak mau meminjamkan uang kepada dirinya. Padahal uang tersebut semisal dipinjamkan, seseorang dapat membuat bisnis kecil-kecilan. Menjadi kaya perlu adanya suport dari lingkungan sekitar. Lingkungan yang tidak mendukung akan mempersulit seseorang untuk keluar dari dunia kemiskinan.


    Kelima, orang kaya mempunyai mimpi yang besar dan orang miskin hanya banyak bicara. Mungkin ini terlihat memojokkan orang miskin, namun kenyataannya memang seperti itu. Jika kita melihat orang kaya, umumnya mereka memang memiliki mimpi yang besar yang sangat mereka yakini bisa tercapai. Keinginan mimpi besar seperti itu bisa kita wujudkan dengan bekerja keras dan pantang menyerah serta menganggap waktu adalah uang sehingga tidak akan menyia-nyiakan waktunya untuk hal yang tidak ada manfaatnya bagi dirinya sendiri. Sebaliknya, orang miskin umumnya hanya bisa berkomentar dengan apa yang mereka inginkan. Tidak ada tindakan yang dilakukan oleh orang miskin, hanya berbicara-berbicara terus tanpa adanya bukti kesuksesannya. Mungkin setelah orang kaya berhasil membuktikan kepada orang miskin, barulah mereka akan bisa berhenti berbicara. 


    Keenam, tidak mempunyai tujuan dan tidak menabung. Orang yang tidak mempunyai tujuan hidup akan paham bahwa hidup adalah sebuah perjalanan yang amat panjang. Perjalanan panjang seperti itu tentunya harus dipersiapkan sebaik mungkin. Untuk ke depannya, kita mulai sekarang harus mempunyai rencana berupa ingin memiliki rumah seperti apa, ingin menikah di usia berapa, ingin memiliki anak berapa, menyekolahkan anak di mana dan lain sebagainya. Rencana-rencana tersebut tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit jumlahnya. Seseorang yang memiliki tujuan hidup, akan menyimpan uangnya sebaik-mungkin untuk kebutuhan di masa yang akan datang. Namun banyak orang yang masih belum sadar akan pentingnya menabung. Bahkan kesadaran ini tidak kunjung datang sampai di usianya yang mulai tua.


    Namun biasanya orang miskin sebaliknya yaitu tidak memiliki tujuan hidup  dan menganggap hidup hanya untuk bersenang-senang. Akibatnya, orang miskin akan kehabisan uang untuk diperbelanjakan yang tidak penting dan tidak layak untuk dimiliki. Saat dihadapkan dengan kebutuhan yang besar di masa yang akan datang, di situlah orang miskin akan mengalami kebingungan dan kegelisahan lantaran tidak mempunyai simpanan uang sedikit pun untuk memenuhi kebutuhan yang dimaksud. Akibatnya, orang miskin akan terus semakin miskin dan tidak akan pernah bangkit menuju kekayaan. Oleh sebab itu, tabungan memiliki banyak sekali manfaat dalam mengangkat kehidupan seseorang. Fungsi adanya tabungan untuk menutupi kebutuhan-kebutuhan yang tidak bisa kita dugai selama masa hidup. Semisal, seperti terlilit hutang, biaya kesehatan, kebutuhan anak-anak, dan lain sebagainya.


    Pasti, yang paling sangat diharapkan semoga kedua problem tersebut  cepat segera terhenti, agar semua orang bisa bersaing dengan adil dalam aspek perekonomian.


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


Tetap Terlaksana Meski Hujan Mendera

Tetap Terlaksana Meski Hujan Mendera

    

    PP  . NJS- Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) malam merupakan salah satu kegiatan rutinitas santri Nurul Jadid Sejati (NJS) untuk menimba lebih banyak ilmu. namun pada malam selasa (16/01) kemaren sekitar pukul 20.00 WIB keadaan berbeda, di saat itu Bumi NJS diselimuti oleh derasnya hujan, Karena terjadi perbedaan situasi di dalam KBM kala malam itu.


    “kalau masalah hujan seperti ini, memang enak dibuat untuk tidur sih Tadz, tapi mau bagaimana lagi kan dia juga mencari ilmu, pasti butuh yang Namanya perjuangan.” Tutur Mukhlis Abdul Raffi selaku salah satu santri putra NJS di kala diwawancarai. Turunnya hujan membuat kondisi para santri NJS merasa mudah ngantuk ketika Kegiatan KBM sedang dimulai. Kerap kali sebagian besar Pelajar yang diungkapkan senada dengan pernyataan di atas, dan hal itu sangat lumrah terjadi disaat sedang melakasanakan pembelajaran


    Kegiatan di saat hujan tidak menjadi alasan untuk men-tiadakan KBM di malam itu. Hal tersebut diutarakan oleh salah satu Ustadz (Guru) NJS yang Bernama Ustadz Muhammad Fakhruddin Al-Razi, M,Psi. “ya Namanya juga kehidupan, tetap harus belajar walaupun keadaannya hujan. Toh hujannya bukan menjadi penghalang mereka (Santri NJS, Red) untuk belajar kan?, hujan maupun tidak hujan kegiatan KBM harus tetap ada, selagi masalah tidak membahayakan.” Ungkap beliau yang acap kali dipanggil Ustadz ozik itu disaat sedang sibuk mengerjakan proyeknya. 



    Juga, beliau menambahkan “ya mungkin ada sedikit kegelisahan di dalam hati saya sih, pas saya melihat mereka (santri NJS, Red) ngantuk. Tapi kalau itu mau dikaitkan dengan kaadaan hujan, menurut saya bukan, soalnya hujan atau tidak teteap aja rasa ngantuk itu pasti ada, karena itu salah satu cobaan orang yang sedang menimba ilmu. maka dari itu, harus lawan rasa tertidurya, demi masa depan yang cerah nanti. Dan juga orang yang ngantuk itu kan manusiawi, semua orang pasti juga mengalami hal seperti itu.” Jelasnya.


    ada sedikit perbedaan terkait dengan tempat KBM pada malam itu. tempat perpindahan pada kelas Ulya/Mahir (Tingkatan kelas paling tinggi), yang awalnya ber-tempat di serambi Masjid pindah ke Kantor dan Purpastakaan Madrasah Aliyah Nurul Jadid Sejati (MA NJS). Hal itu diluruskan oleh Ustadz Muhammad Fakhruddin Al-Razi, M.Psi. sebagai guru pemangkunya dikala malam itu. Bahwa, perpindahan kelas tidak ada sangkut pautnya dengan turunnya Hujan. “tujuan saya mindahin kelas saya disini, bukan karena hujan, tapi kebetulan mata pelajaran sekarang (Malam Kamis. Red) itu terbaca, jadinya saya pindah kelasnya ke sini (Kantor dan Perpustakaan MA NJS, Red)” tutur beliau yang berdarah Madura tersebut. 


    Namun, salah satu Ustadz ber-ungkapan lain akan memindahkan kelas tersebut. Beliau ber-alasan bahwa tempatnya basah terkena air hujan dan tidak layak untuk ditempati. “Kelas dipindahkan karena tempatnya basah. seperti di Gazebo dipindahkan ke masjid” ucap Guz Muhammad Imdad Ilhami Khalil, S.Ag. sebagai salah satu ustadz itu dengan menggunakan Bahasa Inggris yang begitu Fasihnya. Yang artinya adalah “kelas yang dipindah itu karena kenak air hujan dan basah tempatnya, kayak di gazebo dipindah ke masjid”.



    Beliau juga bertutur terkait dengan murid yang ngantuk di saat pembelajaran sedang berlangsung. “kalo bicara masalah ngantuk, itu hal yang lumrah, saya pun juga pernah mengalaminya, dan orang-orang lain juga pasti pernah. Tapi sebagai ustadz atau guru harus menemukan problem solver-nya, bukan lain yaitu membuat suatu metode pembelajaran atau Learning Methods sekiranya membuat mereka tidak merasa Boring (Bosan), kalo saya sendiri menggunakan metode ber-interaksi dengan mereka (Murid, Red). Dengan cara seperti itu saya percaya tidak akan ada yang ngantuk atau tidur di kelas pas waktu jam pelajaran” ujar beliau sebagai salah satu ustadz dan guz (putra dari Kiyai pondok) yang menjabat menjadi Kepala Pesantren PP. NJS dan Kepala Madrasah MA NJS.


    “ya kalau seumpamanya metode seperti itu sudah diterapkan, terus masih ada yang ngantuk. Hukuman (Hukuman) lah yang menjadi alternatif selanjutnya untuk menyikapi hal semacam itu. Tapi, punishment-nya yang ringan aja, seperti diberdirikan atau hukuman ringan lainnya, dan hal itu biasanya diterapkan di dalam ponodok ini (NJS, Red), karena pondok ini bukan pondok kekerasan.” Tambahnya dikala sedang diwawancarai oleh salah satu Redaktur Koran NJS.



    Beliau juga berharap kepada para santri NJS untuk tetap semangat belajar dan menghormati Gurunya. “Saya berharap, Mahasiswa NJS tetap semangat menimba ilmu di sini (NJS, Red). Dan terutama menjaga sikap yang baik kepada gurunya, karena salah satu kunci sukses adalah menghormati guru” Pungkasnya dengan menggunakan Bahasa Internasional tersebut, yang artinya adalah “harapan saya untuk para santri NJS agar tetap semangat menimba ilmu di pondok ini ( NJS, Merah). Dan lebih Khususnya menghormati dan menjaga akhlaq yang baik kepada guru-gurunya, karena salah satu kesuksesan dari seorang murid adalah menghormati dan menaati guru-gurunya.” (ILZ)

 

Our Posts

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Dr. KH. A. Halil Thahir, M.Hi. dan Nyai Nana Najibah, S.Pd.

Pengasuh PP. NJS

Gus Muhammad Imdad Ilhami Khalil, M.Ag.

Kepala Pesantren PP. NJS

Moh. Ilzam Nuzuli Taufik

Pembina LPS

Daffa Fathurrahman

Pimpinan Umum LPS

Hisyam Nur Mahmudi

Pimpinan Redaksi Koran LPS
Fajar Akdya R.
Anggota Redaksi LPS
Arif Wicaksono
Anggota Redaksi LPS
Harland Zahda Al F.
Anggota Redaksi LPS
Elang Zada
Anggota Redaksi LPS
Mahesa Ma'rufi B.
Anggota Redaksi LPS
Foto Bersama
Seluruh Redaktur LPS
Foto Bersama
Seluruh Redaktur LPS
Foto Bersama
Seluruh Redaktur LPS

Contact

Talk to us

Mari berdiskusi dengan kami

Address:

Jl.Kendal-Geneng RT.002 RW.003 Dusun Pencol 1, Desa Randusongo, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur,Kode Pos 63270

Work Time:

Setiap Waktu

Phone:

087858305366

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Tidak Perlu Menjadi Orang Lain

Oleh: Safa Aulia Dea Novita.      Proses kekaguman kita pada orang lain bisa jadi baik, tapi bisa juga tidak baik. Apa sebabnya? Sikap kekag...