Selasa, 18 Juni 2024

Prince And Mermaid

.
Oleh: Merlin Shafa Sarifna.


    Pada suatu hari ada sebuah desa terpencil yang bernama desa Kocla. Desa Kocla memiliki adat yang sama seperti Sunda tapi ini lebih berbeda, dan desa tersebut ada seorang anak bernama Kudala Saktia, anak tersebut dipanggil Kudala. Kudala adalah anak yang baik, rajin dan ramah. Dia tidak pernah menyusahkan neneknya. Kudala tidak hidup sendiri, dia memiliki seorang kakak kandung bernama Samandala Saktia.


    Sejak kecil mereka dirawat oleh neneknya. Saat neneknya berumur 60 tahun, Ibu Kudala meninggal pada umur 35 tahun. Sedangkan bapaknya entah pergi kemana. Kakak Kudala telah berubah sejak dia Kudala berumur 8 tahun karena pergaulan antar desa. Desa Kocla tidak pernah berkumpul dengan desa lain dan desa yang tidak pernah Kudala mengunjungi yaitu desa sagarino, yaitu desa yang melebihi batas. Pada suatu hari kakak Kudala, Samandala, sekolah di desa itu karena di desa Kocla baru memiliki sekolah dasar sementara Samandala sudah berumur 14 tahun maka dia harus sekolah di desa lain untuk melanjutkan studinya.


    Samandala semenjak sekolah di desa itu selalu membantah permintaan nenek dan kakak selalu keluar malam-malam dan pada saat Kudala ingin keluar untuk mencuci baju di laut, laut itu brenama laut Noira. Kata orang pada zaman dahulu, laut Noira adalah laut yang ajaib. Di dalam laut tersebut tedapat kerajaan putri duyung. Ratu duyung bernama ratu Amora Neptuna, ratu tesebut sedang mencari anak-anak yang berusia 12 tahun ke bawah untuk membuka kunci rahasia yang ada di bawah tanah laut. Kudala tampak senang mencuci bajunya sambil menyanyikan lagu kesukaannya dan mandi. Berapa lama kemudian ia ingin menangkap ikan untuk nanti dia makan bersama nenek dan kakaknya dan tiba-tiba Kudala terjatuh ke dalam laut tersebut sangat dalam sehingga Kudala tidak bisa bernapas dan tiba-tiba datang seorang ratu duyung, ya itu ratu Amora. Ratu Amora membawa Kudala ke istana duyung yang bernama istana Arenda, di sana Kudala diberi kekuatan yang bisa bernafas di laut.


    Setelah Kudala terbangun dari tidurnya di laut Noira, Kudala sangat terkejut karena Kudala belum pernah melihat tubuhnya menjadi duyung yang cantik dan Kudala tak mengira Kudala bisa bernapas di udara dan Kudala bertemu ratu duyung yaitu ratu Amora. Ratu Amora berkata ''sekarang kamu adalah putri duyung satu-satunya di istana ini dan kamu akan menjadi anakku selama di lautan dan akan kunamai kamu Safera Ariel Putri Amora dan kamu bisa memanggilku Ama Mora'' begitu senangnya Kudala melihat ibu duyung itu tapi dia ingin segera kembali ke daratan takut dimarahi kakaknya.


    Satu syarat untuk kembali ke daratan adalah harus menyelesaikan tugas dari Ratu Amora yaitu mengambil kunci di kerajaan Jafron dan itu sangatlah tidak mudah. Safera menggelinding untuk tidur karena waktu itu Ama Mora sudah marah karena besok aku harus pergi ke kerajaan Jafron di tengah malam. Safera ingin kabur dari istana Arenda tapi Safera bingung bagaimana bisa berubah menjadi manusia. Safera memikirkan cara untuk keluar istana dan tiba-tiba Safera bertemu dengan laki-laki yang bermata biru, rambut keriting, yaitu Pangeran Ikan.


    Mereka menatap, mata lawan mata. Jantung Safera berdetak dengan kencang, Safera tidak tahu pertanda apa ini. Setelah itu pangeran ikan mulai curiga, semenjak pangeran ikan hidup di lautan ini tidak ada putri duyung lain kecuali ratu Amora dan pangeran ikan memulai pembicaraan pertama kali, ''kamu siapa?'' Safera sangat gugup untuk menjawab dan tiba-tiba ratu Amora datang dan menemui mereka. ''Loh Safera kamu kok disini sih?'' dengan wajah terkejut. ''Loh kok Rayyan juga ada di sini?'' dan ternyata pangeran ikan tersebut adalah Rayyan Azoma Gibler putra dari raja ikan Sarenda. “Oh tante, selamat pagi tante, Itu siapa tante? Seingat Rayyan putri duyung di sini cuman ada satu,” betapa keponya si Rayyan. “Oh ini adalah Safera ariel. Ia adalah putri Amora, dia adalah anak angkat tante. Rayyan suka mendengarnya karena Rayyan sudah jomblo beberapa tahun ini. Ratu Amora pun berkata “'kalian sekarang kenalan deh, ayo Safera kenalan dulu sama pangeran ikan yang tamapan ini.” Tak lama kemudian jantung Safera bergetar begitu kencang sehingga tak bisa dikendalikan. “Oh..... emm.... kenalin namaku Safera Ariel Putri Amora.” Kemudian sang pengeran ikan menjawab “kenalin juga namaku pangeran ikan Rayyan Azoma Gibler, anak dari raja ikan Sarenda.” Setelah itu Rayyan mengajak menjelajahi laut Noira yang begitu cantik ini.


    Tanpa diduga, mereka melewati kerajaan Jafron. Tiba-tiba mereka dicegah oleh pangeran hiu putra dari raja Faron yang bernama Zayyan. Pada dulunya Rayyan dan Zayyan adalah kaka beradik. Salah satu dari mereka ada hubungan darah hiu yaitu Zayyan, sementara Rayyan berasal dari darah bangsa ikan biasa. Anak kedua itu adalah putra kandung raja Sarenda tapi kemudian Sayyan diculik oleh raja Faron dan akan dibunuh. Satu syarat agar Zayyan tidak mematikan adalah menjadi anak angkat raja Faron, mau tidak mau raja Sarenda pun memberikan Zayyan kepada raja Faron. Zayyan terkejut saat melihat Safera dan baru pertama kali itu dia melihat putri duyung secantik Safera. Itu membuat Zayyan suka pada Safera.


    “Eh Rayyan, lo apa ke sini?” Zayyan berbicara dengan wajah yang sangat dibenci. “Kamu bertanya? Bukan urusan lo gue ke sini, cuma mau jalan-jalan.” Safera dan Rayyan pun pergi tanpa basa-basi. Rayyan mengajak Safera ke taman laut, di sana banyak sekali ikan-ikan kecil yang tunduk pada Rayyan. Setalah itu Rayyan memperkenalkan Safera, “halo ikan-ikan, selamat pagi, gue mau kenalin pangeran putri duyung, Safera Ariel Putri Amora putri dari Ratu Amora.”Safera sangat senang melihat ikan¬-ikan di sekelilingnya, tiba-tiba Rayyan izin ingin membelikan sesuatu. Saffera sendirian di taman laut bersama ikan-ikan kecil dan tiba-tiba datanglah ikan hiu, tetapi Safera belum sadar bahwa di belakangnya ada ikan hiu. Ikan hiu itu berubah menjadi pangeran yang tampan, yaitu Zayyan. “Ehemm, apa ini?” Safera yang tadinya sedang bermain dengan ikan-ikan kecil langsung terkejut melihat pangeran hiu “Siapa kamu SKSD (Sok Kenal Sok Deket)?”. Jatung Zayyan bergetar begitu cepat membuat Zayyan semakin jatuh cinta. “Oh….ternyata lo belom tahu gue, kenalin gue Zayyan Amora Gleblir” sambil tersenyum ke arah Safera, dan tak lama kemudian Safera memperkenalkan diri. Setelah memperkenalkan diri, Safera dan Zayyan menghabiskan waktu bersama. Safera sangat dekat dengan Zayyan, setelah 2 jam menghabiskan waktu bersama Zayyan, tiba-tiba Rayyan datang dengan membawa makanan Karula, yaitu makanan kesukaanya berupa kerang rumput laut. Rayyan sangat terkejut ketika melihat Zayyan sedang menyentuh kepala Safera. “Heh....Zayyan kamu ngapain disentuh-sentuh Safera, Rayyan begitu marah dengan Zayyan, dia benci saat melihat Zayyan menyentuh Safera.”Memang kenapa? Terserah ku lah”. Rayyan langsung menarik tangan Safera lalu berdiri di samping Zayyan, lalu mengajak Safera pergi. Tiba-tiba Zayyan menyerang dari belakang, tetapi serangan tersebut meleset. 


    Suatu malam Safera ingin sekali cepat pulang ke daratan, tapi dia tidak tahu bagaimana caranya. Safera pun teringat bahwa salah satu syarat kembali ke daratan adalah mengambil kunci di kerajaan Jafron. Di tengah malam Safera keluar tanpa izin, dia pergi ke kerajaan Jafron. Di tengah perjalanan, Safera bertemu dengan lumba-lumba, lumba-lumba itu bernama Lobi. Lobi menunjukkan jalan ke arah kerajaan Jafron. Sesampainya di kerajaan Lobi hanya bisa mengantarkannya di depan gerbang. Safera sangat berterima kasih kepada Lobi karena telah mengantarkannya. Beberapa menit kemudian Lobi pergi, Sekarang Safera sendirian. Kerajaan Jafron memiliki ciri khas hiu yang berwarna abu-abu dan hitam. Safera memasuk gerbang tersebut dan tiba-tiba ada 3 penjaga hiu. “Hentikan… siapa Anda?”. Safera sangat ketakutan,dia tidak tahu harus meminta siapa kepada. “Tidak.... jangan tangkap aku.” Siluman hiu yang berbadan besar itupun berkata, “Kau bukan golongan hiu, tapi kau golongan lain, tangkap dia dan berikan dia kepada baginda raja”, penjaga hiu itupun melakukan pukulan. Safera tidak bisa berteriak karena mulutnya di tutupi kain merah. Aman di bawa ke hadapannya Raja Faron. Salah satu prajurit siluman hiu yang berbadan besar itu melaporkan. “wahai baginda raja, maaf mengganggu kesibukan baginda, kami membawa siluman ikan, dia memasuki kerajaan tanpa seizin baginda”. Raja Faron sangat heran ketika melihat ekor Safera, dan baginda raja berkata, “Dia bukan ikan biasa, tapi dia siluman ikan duyung, keturunan Amora sang penghuni hutan”, tiba-tiba Zayyan datang dengan keadaan terkejut.


    “Amankah kamu apa di sini?” raja Faron pun terkejut ternyata anaknya Zayyan itu juga mengenal putri Amora, raja Faron berkata lagi “stop, jangan dekati dia Zayyan, dia keturunan Amora, dia harus dibunuh.” Zayyan mendengar kata ayah itu. Zayyan kesal, “jangan ayah, jangan bunuh dia.” Tiba-tiba ada yang menyerang dari arah belakang, yaitu ratu Amora dan Rayyan. “Safera, kamu tidak papa?” Ratu Amora sangat cemas melihat Safera yang mulutnya tertutup kain merah. Ratu Amora cepat-cepat melepaskan kain merah yang ada di mulut Safera dan kemudian melanjutkan berperang dengan raja Faron.


    Raja FAron mengeluarkan tongkat trisulanya lalu menyerang Amora menggunakannya. Sedangan Amora menggunakan jurusnya namun tak lama kemudian dia kalah. Ia merasa sangat lemah dan pada akhirnya ia tidak berdaya. Meskipun Amora adalah penguasa lautan, namun kekuatan tidak dapat menandingi kekuatan raja Faron karena raja Faron memiliki kunci kekuatan. Faron pun mengambil cincin yang dipakai oleh Amora, sehingga kekuatannya semakin bertambah dan inilah saatnya untuk membunuh keturunan Amora.


    Faron mengumpulkan kekuatan. Trisula yang dibawa Faron awalnya berwarna putih berubah menjadi biru api, trisula itu menghadap ke tubuh Safera. Tak lama kemudian, “jleb”, Safera merasakan kehangatan, bukan kesakitan dan ternyata yang ditusuk itu adalah Rayyan. Punggung Rayyan akhirnya berlumuran darah. Safera yang melihat kejadian itu pun menangis, “Rayyaaan.” “Kau tidak perlu menangis Safera, ada Zayyan yang akan menjagamu, mungkin ini kesempatan terakhirku untuk bertemu pangeran putri duyung yang dulu kucintai sampai sekarang, terima kasih Safera, aku cinta kamu,” “tidak Rayyan, hiks, hiks.”


    Tiba-tiba safera diam sesaat, ekornya berubah menjadi merah, matanya berubah menjadi putih, Faron mencium bau kekuatan yang tak terkalahkan. Safera mengambil tongkat trisula di punggung Rayyan lalu menusuk tubuh Faron menggunakan trisula tersebut sehingga membuat Faron kesulitan untuk bernapas kemudian dia mati. Safera mengambil cincin milikk Amora lalu mengambil kunci di leher Faron kemudian Safera meninggalkan Kerajaan itu. Safera bertemu dengan Zayyan di tengah perjalanan, “kau tidak papa?” tanya Zayyan. “Aku tidak tidak papa, terima kasih atas keikhlasanmu Zayyan.” Ketus Safera dengan wajah bahagia. “Tidak baginda ratu, seharusnya aku berterima kasih padamu, apakah kau ingin pulang bersamaku baginda?” Safera merasa takjub dengan kata Zayyan. “Tidak kamu jangan memanggilku baginda ratu, aku ingin dipanggil Safera saja, kita akan melewati ini bersama.”


***


    Tiga bulan kemudian Safera diangkat menjadi ratu penguasa laut, sedangkan Zayyan diangkat menjadi pangeran atau pangeran laut. Sekarang ikan-ikan di lautan sudah damai dan ini waktunya kembali ke dunia daratan. Safera berpamitan pada ikan-ikan dan juga Zayyan, Safera berenang menuju daratan di malam hari. Itu waktu yang berlalu setelah berubah menjadi manusia.


    Ternyata desa Kocla sudah berubah menjadi modern. Desa Kocla bukan berupa desa tapi sebuah pantai karena desa tersebut dekat dengan pantai. Safera mengunjungi rumah neneknya. Tapi entah kenapa nenek dan kakek Safera tidak ada. Safera bertanya kepada ibu-ibu yang lagi ngopi di depan rumahnya. “Buk, ibu tahu penghuni rumah ini gak buk?” Ibu itu menjawab, “Oh itu dek empat bulan yang lalu terjadi tsunami besar, jadi kemungkinan penghuni rumah ini sudah tiada mbak.” Safera sangat sedih karena Safera sekarang hidup sendiri. “Oh, terima kasih bu”. Dengan wajah murung, Safera pergi ke pinggir pantai. “Kenapa, kenapa dunia tak bersahabat denganku Tuhan, hiks.”


    Sekarang Safera tidak mempunyai siapa-siapa. Tiba-tiba dari belakang ada yang memeluk Safera. “Tenang, kamu tidak sendiri Safera, ada aku di sini, aku akan selalu menjagamu. Di setiap doaku, di setiap langkahmu kita akan melalui ini bersama.” Jantung Safera terasa bergetar sangat cepat. Kemudian Safera bergetar sangat cepat. Kemudian Safera mengemukakan badan lalu membalas pelukan Zayyan “kamu adalah cinta pertamaku, aku cinta kamu Fera.” Zayyan yang sedang memeluk Fera itu kemudian menangis. Terisak sedalam-dalamnya.


Tamat.


*) Penulis Merupakan Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


0 comments:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Mari berdiskusi dengan kami

Address:

Jl.Kendal-Geneng RT.002 RW.003 Dusun Pencol 1, Desa Randusongo, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur,Kode Pos 63270

Work Time:

Setiap Waktu

Phone:

087858305366

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Tidak Perlu Menjadi Orang Lain

Oleh: Safa Aulia Dea Novita.      Proses kekaguman kita pada orang lain bisa jadi baik, tapi bisa juga tidak baik. Apa sebabnya? Sikap kekag...