
PP. NJS- Pada hari Sabtu 26 Januari 2023 Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati melaksanakan acara ke-2 dari serangkaian acara Presidential Election Of IKSA-NJS yaitu Candidates Campaign. Acara ini berisikan penyampaian visi-misi dari para kandidat presiden IKSA-NJS.
Acara Candidates Campign ini dimulai oleh Ustadz Zubaidillah Fadli sebagai host acara. Dilanjutkan oleh Ustadz Fakhruddin Ar-razi M. Psi. yang menjelaskan beberapa hal terkait penyampaian visi-misi nantinya. Acara ini bertujuan agar para santri tahu visi dan misi para kandidat pemimpin mereka dan menentukan calon presiden yang akan mereka pilih. Selain itu juga untuk mengasah skill public speaking para kandidat presiden.
“Seorang pemimpin juga harus mempunyai skill public speaking yang baik dan skill pemimpin tidak terpengaruh dengan umur seseorang” Begitulah kutipan penjelasan dari Ustadz Fakhruddin Ar-razi.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian visi misi oleh para kandidat presiden secara acak. Pasangan yang pertama terpilih adalah pasangan nomor 04, Siti Maesaroh dan Naysila Permata Wiguna.

Awalnya penyampaian visi misi ini berjalan lancar. Tapi, hujan turun secara tiba-tiba. Panitia sempat bingung, karena tadi cuacanya cerah dan hujan yang sangat lama baru saja berhenti setelah maghrib. Dikarenakan perubahan cuaca yang sangat mendadak tersebut, lokasi acara terpaksa dipindahkan ke dalam masjid Nurul Jadid Sejati. Wartawan redaksi koran NJS juga sempat mewancarai Ketua Panitia KPU NJS dan menanyakan beberapa hal terkait berpindahnya lokasi acara tersebut
“Acara ini sebenarnya ingin dilaksanakan 27 kemarin. Tapi, karena hujan yang tidak terduga, maka dipindah tanggal 28 Januari ini. Nah, tadinya acara ini ingin dimulai setelah maghrib. Tapi, atas saran dari Ibu Nyai, maka acara dimulai setelah isya”
“Tadinya, cuaca sudah diperkirakan cerah karena hujan baru saja berhenti. Tapi tiba-tiba, hujan kembali turun di pertengahan acara. Karena hujan tersebut, lokasi acara kita pindah ke dalam masjid. Kenapa? Pertama, karena kasihan pada para santri, jika acara tetap dilaksanakan di luar mereka akan kehujanan. Kedua, acara ini kan memakai alat-alat elektronik seperti proyektor, speaker dan lain-lain, otomatis jika alat-alat itu terkena air maka akan rusak.”
Dari wawancara tersebut, dapat disimpulkan bahwa acara Candidate Campign ini juga sempat tertunda karena hujan. Jadi, jika acara ditunda lagi maka akan mempengaruhi jadwal rangkaian acara yang lain. Lalu, bagaimana dengan para panitia? Apakah mereka tidak kesulitan dalam menangani keadaan yang mendadak ini?
“Dengan semangat dan kerjasama, hujan bukanlah kendala. Hujan adalah sesuatu yang menghambat acara, maka kami mencari sebuah solusi di antaranya memindahkan acara ke dalam masjid”
Begitulah jawaban dari Ustadz Nurun Alan Nurin Perdana Kusuma S. Ag. Dari jawaban beliau, kita dapat memetik sebuah pelajaran bahwa kerja sama yang baik selalu dapat menyelesaikan sebuah masalah.
Kembali ke acara Candidates Campaign. Seperti yang sudah kita ketahui, acara tetap berlangsung di dalam masjid. Setelah sesi penyampaian visi misi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi tersebut panitia mempersilakan para santri untuk menanyakan beberapa hal kepada para kandidat presiden IKSA-NJS.
Walau acara berjalan lancar dan para santri terlihat menikmati acara tersebut, terdapat keluhan dari para santri. Salah satunya, dari santri asal kota kediri, Afsya Mafaza Yala Muhammad ”Acaranya memang menarik. Tapi, suasananya tidak semenarik di luar dan kalu di dalam masjid itu agak gerah karena terlalu rame dan sumpek sumpekan”
Harapan semua orang, rangkaian acara Presidential Election berikutnya dapat berjalan tanpa adanya kendala. (AVC)

0 comments:
Posting Komentar