Rabu, 19 Juni 2024

Lika-liku Angkasa Dan Nadhine Jadvana

Oleh: Tasya Anggraeni.


      Ini mengisahkan tentang Angkasa Dirgantara dan Nadhine Jedvanna. Sebuah perjuangan perihal asa yang belum usai.


  "Nadhine, Angkasa mu sedang tidak baik-baik saja. Maaf butuh waktu lama untuk aku menyampaikan rasa padamu. Namun, satu hal yang harus kamu tahu, sweorang Angkasa menanam cinta yang begitu besar padamu sejak 15 tahun lalu."


    Angkasa Dirgantara  nama seorang lelaki yang memiliki makana seluas jagad raya. Yang menjadi sahabat sekaligus cinta prtama seorang Nadhine Jedvanna.


    Bermula dari pertemuan pertama mereka disebuah Universitas terkenal di Jkarta Barat. Angkasa yang menanyakan kepada Nadhine tentang Pmungkas, penyanyi terkenal yang digemari Nadhine dan Angkasa. Dan akhirnya dengan menanyakan tentang debut album terbaru Pmungkas menjadi perkenalan dan tukar menukar nomor hp yang diberikan Angkasa berupa sandwich yang mana didalamnya terdapat plastik berisikan kertas dengan sederet nomor Angkasa. Ini menjadi pengalaman terbaru bagi Nadhine. Dipikiranya, mana ada orang yang rela menaruh plastik berisi kertas diodalam sandwich untuk sebuah perkenalan. Seperti Angkasa contohnya.


    Nadhine mempunyai kembaran bernama Nadira Jedvanna. Sisitem dikeluarga mereka sangatlah ketat dan harus disiplin. Ibu mereka adalah seorang dokter yang sangat cuek kepada sekitarnya dan ayah mereka adalah seorang jaksa. Jika mereka mendapati nilai rendah maka mereka harus isap akan hukuman yang diberikan orang tua mereka.


    Setelah mengenal satru sama lainantara Angkasa dan Nadhine. Kisah percintaan mereka muncul. Angkasa mengajak Nadhine kesuatu tempat untuk menyatakan persaanya sekaligus melihat pemandangan yang menakjubkan. Senja, Angkasa membawa Nadhine ke pantai. Nadhine menyukai enja pada pandangan pertama dan Angkasa turut Bahagia. "Menurutmu apa definisi tentang senja yang pertama kali kamu lihat?" tanya Angkasa "Canti, tenang, Ajaib. Senja adalah momen terindah kesukaanku terhitung hari ini." Gadis itu menjawab dengan lengkungan yang manis dari bibirnya. Hingga Angkasa berkata "Aku ingin mematahkan persahabatan kita. Aku mau jadi arah kamu pulang. Aku mau jadi orang pertama yang tau semua kabar kamu. Aku mau melanggar peraturan nomor satu dalam persahabatan, yaitu jatuh cinta sama kamu Nadhine." Untuk pertama kalinya ia mendengar seseorang menyatakan cinta kepadanya. Untuk pertama kalinya ia meraskan apa itu jatuh cinta. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup seorang Nadhine Jedvanna.


    "Kmau adalah senja byang aku harapkan." Ucap lelaki itu kemudian menglurkan tanganya kearah Nadhine seraya berkata "Genggam tangan aku. Sini aku kenalin kekamu betapa indahnya menikmati senja berdua." Gadis itu hanya mampu tersenyum karena ucapan seorang lelaki yang pertama kali singgah dihatinya.


    Hari itu Angkasa hanya menginginkan Nadhine tahu bahwa dia harus melanggar peraturan pertamna itu. Keesokan harinya dia akan menjemput Nadhine untuk meresmikan hubunganya dipantai pada pukul 5 sore bersama menikmati senja.


    Besoknya Nadhine sudah siap dengan style andalanya yaitu, kemeja putih dengan celana kulot. Dia menunggu lellaki itu untuk mengujungi tempat yang sudah dijanjikan kemarin. Lima belas menit berlalu tetapu belum ada sosok lelaki itu. Hingga jarum jam menunjukan angka setengah enam dia akhirnya menyambar kunci mobil dan pergi ketempat itu. Dia sampai ditempat itu, dipantai itu dia dengan perasaan tak menentu. Dia mencari sosok lekaki itu disegala arah, tapi nihil dia tidak menemukannya. Lantas kemana seorang Angkasa menghilang dihari bahgianya saat ini?. Nadhine menghubungi Angkasa dengan perasaan cemas. Berapa kalipun dia menghubungi nomor lelaki itu tapi tidak ada balasan. "Kata kamu, cinta pertama itu adalah kekuatan utama untuk membuat aku percaya bahwa jatuh cinta itu menyenangka. Senja dan Kamu, dua kata yang dapat mendeskripsikan makana cinta. Aku gak pernah tahu kalau jatuh cinta itu ternyata candu. Aku gak suka senja hari ini." Nadhine benar benar kecewa. Dua tahun berlalu….


    Hingga sudah Lelah mencari keberadaanya. Dia muncul, Angkasa muncul Bersama seseorang yang berada dikehidupanya bertahun tahun. Nadira Jedvanna, kembaran seorang Nadhine Jedvanna sedang bersama seseorang yang sudah lama dicari Nadhine dua tahun lalu. Dia kecewa dengan keadaan ini.


    Lantas Nadhine mendatangi mereka berdua disebuah perpustakan dikampus. Terjadilah percekcokan anatara kembaran tersebut. Setelahnya Nadhine melihat raut wajah bingung seseorang yang sudah lama dicarinya. Angakasa dengan raut wajah bingungnya melihat apa yang sedang terjadi dihadapanya saat ini. 


    Nadhine berfikir, apa yang sebenarnya terjadi pada Angkasa yang secara tiba-tiba menghilag dari kehidupan Nadhine selama dua tahun? Terlebih lagi, mengapa dia Kembali namun menjalin hubungan dengan Nadira? Padahal sehari sebelum Angkasa menghilang.


   "Relakan rintik hujan yang membawa segala asa hingga batas penantian. Jangan takutuntuk membuka lembaran baru demi ruang yang baru."


Bersambung


*) Penulis merupakan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati

0 comments:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Mari berdiskusi dengan kami

Address:

Jl.Kendal-Geneng RT.002 RW.003 Dusun Pencol 1, Desa Randusongo, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur,Kode Pos 63270

Work Time:

Setiap Waktu

Phone:

087858305366

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Tidak Perlu Menjadi Orang Lain

Oleh: Safa Aulia Dea Novita.      Proses kekaguman kita pada orang lain bisa jadi baik, tapi bisa juga tidak baik. Apa sebabnya? Sikap kekag...