
Banyak orang berpendapat bahwa kehidupan anak SMA adalah masa paling terindah, tapi tidak untukku, hidup sendiri di sebuah rumah kecil, mempunyai kerja sampingan sangatlah membosankan, apalagi di semasa hidupku tidak pernah mengalami masa percintaan selayaknya kebanyakan remaja di luar sana.
Perkenalkan nama saya Ahmad Shynx Olympus, sangat aneh bukan?? ... yah begitulah ayah menamaiku. Ayahku yang seorang santri menikah dengan ibuku yang seorang putri kerajaan Inggris, menjadikan namaku sangat aneh.
Sedikit kuceritakan masa laluku tentang orang tuaku. Yang selalu kudengar dari nenekku, ayahku melamar ibuku yang Bernama Athena Olympus yang biasa dipanggil Anna di istana kerajaan inggris, ditolak mentah-mentah, akan tetapi ayahku yang cerdik tidak kehilangan cara, ia membungkus ibuku dengan karung kemudian ia bawa menuju Indonesia lebih tepatnya Trenggalek.
Singkatnya dua hari setelah kelahiranku, pasukan Inggris menginfasi Trenggalek demi menemukan dan membawa pulang ibuku ke kerajaannya. Ayahku yang biasa-biasa saja pasrah akan itu semua, ia berpikir mungkin ini jalan terbaik bagi mereka.
Sekian flash back tentang orang tuaku, dan apa yang terjadi dengan ayahku? Beliau menghilang semenjak aku berumur 5 tahun kemudian aku diasuh oleh nenek. Di setiap hari ulang tahunku aku pasti mendapat hadiah spesial yaitu surat dari ibuku.
Akan tetapi ketika umurku menginjak 16 tahun tepat di hari itu pula satu-satunya orang yang menjagaku dipanggil oleh yang maha kuasa. Kesedihan memenuhi hari-hariku, tidak memiliki orang yang menyayangi kalian adalah suatu yang menyedihkan.
Sekarang aku tinggal di rumah kos sederhana di pinggiran kota Bandung, tentunya aku masih duduk dibangku XI SMA, mungkin kalian bertanya-tanya tentang dana sekolah dan dana kosku, untungnya aku mendapat beasiswa dari Pak Jokowi karna beruntung dan doa pastinya tapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, aku bekerja di sebuah restoran.
Di suatu pagi ketika kota Bandung di bungkus awan gelap, aku berjalan sendirian ditemani rintik hujan. Beberapa kendaraan berlalu Lalang di jalanan. Kemudian tiba-tiba seseorang menepuk Pundakku, “Mad..? udah jam 7 kurang nih nanti telat ”dia adalah Hisyam begitulah murid terfavorit, owh oke jawabku sambil mengekorinya dari belakang. Pada jam 7 tepat bel sekolah berbunyi tanda pelajaran sekolah akan dimulai. Sesuai dengan dugaanku tidak ada yang menarik di sekolah kecuali melihat senyumnya tapi yah aku hanya bisa mengaguminya tanpa harus memilikinya.
Tiba-tiba wali kelasku masuk bersama dengan seorang murid “kok aku agak familiar ya dengan nya?” batinku dalam hati. ”Oke anak-anak kita sekarang kedatangan murid baru pindahan dari London”, sontak semua murid berteriak histeris, ”oke silahkan perkenalkan dirimu anak,” suruh wali kelas kami kepadanya.
“Hello every one perkenalkan namaku Myles Olympus,” seketika aku terkejut. ”Lho kok nama kita sama,” benakku dalam hati. ”Aku pindahan dari kota London sekian dan mohon bantuannya untuk ke depannya, makasih,” ia berbicara menggunakan bahasa Indonesia tapi logat Britishnya masih terlihat.
“Oke Myles, silahkan duduk di samping Ahmad.” kemudian ia berjalan menuju ke sampingku dan duduk. Ia memperkenalkan dirinya kepadaku dan aku pun melakukan hal yang sama. Tetapi aku punya feeling bahwa dia akan banyak berpengaruh kepada kehidupanku nantinya.
Sepulang dari sekolah, tentunya aku pulang sendirian, maklum gak punya temen, ada sih beberapa teman tapi masih bisa dihitung dengan hitungan jari. Ketika aku berjalan sambil memandangi rintik hujan di langit. Tiba-tiba sesuatu jatuh tepat di hadapanku, membuyarkan lamunanku. Aku memperhatikan benda tersebut yang ternyata adalah sebuah pena dengan motif yang aneh tapi keren. Karena tertarik aku refleks mengambilnya.
Sesampainya di rumah, aku langsung merebahkan diri dan ganti baju ”Ah, capeknya full day” keluhku saat merebahkan diri di sofa. Tiba-tiba aku teringat dengan pena tadi, seketika aku mengambil tasku dan mencari benda tersebut.
Agak sulit untuk mencarinya di dalam tas tapi nah, akhirnya ketemu. Kuputar-putar pena itu dan menemukan sebuah tulisan “A Multifunctional Pen” dan juga tertulis “This pen will wish what you want!” Seketika aku berkomentar ah masa. Karena penasaran akhirnya aku benar-benar mencobanya dan menuliskan ditanganku “dapat pulsa 200k”. Kemudian aku menutup pena tersebut dengan menekan tombol yang berada di ujung pena itu. Tiba-tiba ada notifikasi masuk ke ponselku ’SELAMAT ANDA MENDAPATKAN PULSA GRATIS SEBESAR 200K’. Seketika aku kaget dengan hal itu. Karena masih belum percaya aku mencobanya lagi dengan menulis “Hujan reda” dan sama seperti sebelumnya, ketika aku menutup pena tersebut hujan benar-benar reda.
Kemudian aku menelusuri pena tersebut sekali lagi dan menemukan sebuah tombol di samping tulisan ‘a multifunctional pen’. Karena penasaran aku refleks menekannya. Tiba-tiba daerah sekitarku berubah menjadi abu-abu dan dipenuhi kabut tebal. Di sana tampak sosok bertubuh besar mengenakan jubah khas bangsawan datang menghampiriku.

0 comments:
Posting Komentar