Selasa, 18 Juni 2024

Ekonomi

Oleh: Daffa Fathurrahman.

    Di dunia ini, ada dua jenis orang. Yakni orang kaya dan orang miskin. Keduanya seakan-akan dipisahkan oleh satu perbedaan perekonomian sehingga membuat mereka tidak ingin disatukan. Para orang-orang miskin dengan serentak ingin merubah nasibnya menjadi kaya, sedangkan orang-orang kaya akan sekuat tenaganya agar tidak terjatuh dari kemiskinan dan tidak menjadi perekonomiannya hancur dan hangus.


    Namun, orang miskin tidak semudah yang ia pikirkan, dia akan banyak menemukan rintangan dalam usahanya untuk menjadi kaya. Dikarenakan banyak alasan yang menyebabkan orang miskin akan tetap menjadi miskin. Kemudian, muncullah pertanyaan-pertanyaan dari generasi zaman sekarang. 


    Mengapa orang kaya semakin kaya dan orang miskin semakin miskin? Salah satu alasan di dunia, ketika seseorang sudah menjadi kaya, ia mempunyai potensi untuk membuat harta kekayaannya berlipat sampai anak, cucunya-pun ikut kebagian dari hasil tersebut. Sebaliknya, orang miskin malah tambah miskin dan sulit untuk bangkit dari kekayaan. Masalah kesenjangan sosial di Indonesia, sepertinya masih terlihat jelas hingga sekarang. Entah apa yang menyebabkan kesenjangan ini begitu tampak nyata. 


Mengapa kesenjangan ini terjadi? Pribadi, bagiku ada lima alasan hal tersebut bisa terjadi. 


    Pertama, sistem pendidikan masih belum adil. Ketika pendidikan dianggap menjadi gerbang kesuksesan, nyatanya tidak semua orang bisa dengan mudah mengaksesnya. Untuk mendapat jalan yang maksimal, diperlukan adanya dana besar. Bagi orang kaya tentu mudah, namun orang miskin sebaliknya. Jika pun ada beasiswa, itu jumlahnya terbatas.


     Kedua, tidak semua orang kaya mau membagi untuk mengimbangi ketidak seimbangan ekonomi maupun budaya. Sebagian perusahaan industri, membayar pajak termasuk sebagai kewajibannya yang sangat sulit sekali. Akhirnya distribusi ekonomi jadi sulit merata dan menyebar.


    Ketiga, gaji di bawah rata-rata menandakan bahwa pendapatan yang diterima oleh seseorang sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kondisi ini sering dialami oleh buruh pabrik, sehingga para buruh pabrik serentak mengadakan demo kenaikan upah. Untuk menanggulangi kondisi ini, ada baiknya seseorang membuka bisnis baru dengan cara bekerja sampingan untuk mendatangkan pendapat tambahan.


    Keempat, lingkungan kurang mendukung. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap status ekonomi seseorang. Misalnya seseorang tinggal di antara tetangga yang pelit, yang tidak mau meminjamkan uang kepada dirinya. Padahal uang tersebut semisal dipinjamkan, seseorang dapat membuat bisnis kecil-kecilan. Menjadi kaya perlu adanya suport dari lingkungan sekitar. Lingkungan yang tidak mendukung akan mempersulit seseorang untuk keluar dari dunia kemiskinan.


    Kelima, orang kaya mempunyai mimpi yang besar dan orang miskin hanya banyak bicara. Mungkin ini terlihat memojokkan orang miskin, namun kenyataannya memang seperti itu. Jika kita melihat orang kaya, umumnya mereka memang memiliki mimpi yang besar yang sangat mereka yakini bisa tercapai. Keinginan mimpi besar seperti itu bisa kita wujudkan dengan bekerja keras dan pantang menyerah serta menganggap waktu adalah uang sehingga tidak akan menyia-nyiakan waktunya untuk hal yang tidak ada manfaatnya bagi dirinya sendiri. Sebaliknya, orang miskin umumnya hanya bisa berkomentar dengan apa yang mereka inginkan. Tidak ada tindakan yang dilakukan oleh orang miskin, hanya berbicara-berbicara terus tanpa adanya bukti kesuksesannya. Mungkin setelah orang kaya berhasil membuktikan kepada orang miskin, barulah mereka akan bisa berhenti berbicara. 


    Keenam, tidak mempunyai tujuan dan tidak menabung. Orang yang tidak mempunyai tujuan hidup akan paham bahwa hidup adalah sebuah perjalanan yang amat panjang. Perjalanan panjang seperti itu tentunya harus dipersiapkan sebaik mungkin. Untuk ke depannya, kita mulai sekarang harus mempunyai rencana berupa ingin memiliki rumah seperti apa, ingin menikah di usia berapa, ingin memiliki anak berapa, menyekolahkan anak di mana dan lain sebagainya. Rencana-rencana tersebut tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit jumlahnya. Seseorang yang memiliki tujuan hidup, akan menyimpan uangnya sebaik-mungkin untuk kebutuhan di masa yang akan datang. Namun banyak orang yang masih belum sadar akan pentingnya menabung. Bahkan kesadaran ini tidak kunjung datang sampai di usianya yang mulai tua.


    Namun biasanya orang miskin sebaliknya yaitu tidak memiliki tujuan hidup  dan menganggap hidup hanya untuk bersenang-senang. Akibatnya, orang miskin akan kehabisan uang untuk diperbelanjakan yang tidak penting dan tidak layak untuk dimiliki. Saat dihadapkan dengan kebutuhan yang besar di masa yang akan datang, di situlah orang miskin akan mengalami kebingungan dan kegelisahan lantaran tidak mempunyai simpanan uang sedikit pun untuk memenuhi kebutuhan yang dimaksud. Akibatnya, orang miskin akan terus semakin miskin dan tidak akan pernah bangkit menuju kekayaan. Oleh sebab itu, tabungan memiliki banyak sekali manfaat dalam mengangkat kehidupan seseorang. Fungsi adanya tabungan untuk menutupi kebutuhan-kebutuhan yang tidak bisa kita dugai selama masa hidup. Semisal, seperti terlilit hutang, biaya kesehatan, kebutuhan anak-anak, dan lain sebagainya.


    Pasti, yang paling sangat diharapkan semoga kedua problem tersebut  cepat segera terhenti, agar semua orang bisa bersaing dengan adil dalam aspek perekonomian.


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


0 comments:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Mari berdiskusi dengan kami

Address:

Jl.Kendal-Geneng RT.002 RW.003 Dusun Pencol 1, Desa Randusongo, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur,Kode Pos 63270

Work Time:

Setiap Waktu

Phone:

087858305366

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Tidak Perlu Menjadi Orang Lain

Oleh: Safa Aulia Dea Novita.      Proses kekaguman kita pada orang lain bisa jadi baik, tapi bisa juga tidak baik. Apa sebabnya? Sikap kekag...