Selasa, 18 Juni 2024

Tetap Terlaksana Meski Hujan Mendera

    

    PP  . NJS- Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) malam merupakan salah satu kegiatan rutinitas santri Nurul Jadid Sejati (NJS) untuk menimba lebih banyak ilmu. namun pada malam selasa (16/01) kemaren sekitar pukul 20.00 WIB keadaan berbeda, di saat itu Bumi NJS diselimuti oleh derasnya hujan, Karena terjadi perbedaan situasi di dalam KBM kala malam itu.


    “kalau masalah hujan seperti ini, memang enak dibuat untuk tidur sih Tadz, tapi mau bagaimana lagi kan dia juga mencari ilmu, pasti butuh yang Namanya perjuangan.” Tutur Mukhlis Abdul Raffi selaku salah satu santri putra NJS di kala diwawancarai. Turunnya hujan membuat kondisi para santri NJS merasa mudah ngantuk ketika Kegiatan KBM sedang dimulai. Kerap kali sebagian besar Pelajar yang diungkapkan senada dengan pernyataan di atas, dan hal itu sangat lumrah terjadi disaat sedang melakasanakan pembelajaran


    Kegiatan di saat hujan tidak menjadi alasan untuk men-tiadakan KBM di malam itu. Hal tersebut diutarakan oleh salah satu Ustadz (Guru) NJS yang Bernama Ustadz Muhammad Fakhruddin Al-Razi, M,Psi. “ya Namanya juga kehidupan, tetap harus belajar walaupun keadaannya hujan. Toh hujannya bukan menjadi penghalang mereka (Santri NJS, Red) untuk belajar kan?, hujan maupun tidak hujan kegiatan KBM harus tetap ada, selagi masalah tidak membahayakan.” Ungkap beliau yang acap kali dipanggil Ustadz ozik itu disaat sedang sibuk mengerjakan proyeknya. 



    Juga, beliau menambahkan “ya mungkin ada sedikit kegelisahan di dalam hati saya sih, pas saya melihat mereka (santri NJS, Red) ngantuk. Tapi kalau itu mau dikaitkan dengan kaadaan hujan, menurut saya bukan, soalnya hujan atau tidak teteap aja rasa ngantuk itu pasti ada, karena itu salah satu cobaan orang yang sedang menimba ilmu. maka dari itu, harus lawan rasa tertidurya, demi masa depan yang cerah nanti. Dan juga orang yang ngantuk itu kan manusiawi, semua orang pasti juga mengalami hal seperti itu.” Jelasnya.


    ada sedikit perbedaan terkait dengan tempat KBM pada malam itu. tempat perpindahan pada kelas Ulya/Mahir (Tingkatan kelas paling tinggi), yang awalnya ber-tempat di serambi Masjid pindah ke Kantor dan Purpastakaan Madrasah Aliyah Nurul Jadid Sejati (MA NJS). Hal itu diluruskan oleh Ustadz Muhammad Fakhruddin Al-Razi, M.Psi. sebagai guru pemangkunya dikala malam itu. Bahwa, perpindahan kelas tidak ada sangkut pautnya dengan turunnya Hujan. “tujuan saya mindahin kelas saya disini, bukan karena hujan, tapi kebetulan mata pelajaran sekarang (Malam Kamis. Red) itu terbaca, jadinya saya pindah kelasnya ke sini (Kantor dan Perpustakaan MA NJS, Red)” tutur beliau yang berdarah Madura tersebut. 


    Namun, salah satu Ustadz ber-ungkapan lain akan memindahkan kelas tersebut. Beliau ber-alasan bahwa tempatnya basah terkena air hujan dan tidak layak untuk ditempati. “Kelas dipindahkan karena tempatnya basah. seperti di Gazebo dipindahkan ke masjid” ucap Guz Muhammad Imdad Ilhami Khalil, S.Ag. sebagai salah satu ustadz itu dengan menggunakan Bahasa Inggris yang begitu Fasihnya. Yang artinya adalah “kelas yang dipindah itu karena kenak air hujan dan basah tempatnya, kayak di gazebo dipindah ke masjid”.



    Beliau juga bertutur terkait dengan murid yang ngantuk di saat pembelajaran sedang berlangsung. “kalo bicara masalah ngantuk, itu hal yang lumrah, saya pun juga pernah mengalaminya, dan orang-orang lain juga pasti pernah. Tapi sebagai ustadz atau guru harus menemukan problem solver-nya, bukan lain yaitu membuat suatu metode pembelajaran atau Learning Methods sekiranya membuat mereka tidak merasa Boring (Bosan), kalo saya sendiri menggunakan metode ber-interaksi dengan mereka (Murid, Red). Dengan cara seperti itu saya percaya tidak akan ada yang ngantuk atau tidur di kelas pas waktu jam pelajaran” ujar beliau sebagai salah satu ustadz dan guz (putra dari Kiyai pondok) yang menjabat menjadi Kepala Pesantren PP. NJS dan Kepala Madrasah MA NJS.


    “ya kalau seumpamanya metode seperti itu sudah diterapkan, terus masih ada yang ngantuk. Hukuman (Hukuman) lah yang menjadi alternatif selanjutnya untuk menyikapi hal semacam itu. Tapi, punishment-nya yang ringan aja, seperti diberdirikan atau hukuman ringan lainnya, dan hal itu biasanya diterapkan di dalam ponodok ini (NJS, Red), karena pondok ini bukan pondok kekerasan.” Tambahnya dikala sedang diwawancarai oleh salah satu Redaktur Koran NJS.



    Beliau juga berharap kepada para santri NJS untuk tetap semangat belajar dan menghormati Gurunya. “Saya berharap, Mahasiswa NJS tetap semangat menimba ilmu di sini (NJS, Red). Dan terutama menjaga sikap yang baik kepada gurunya, karena salah satu kunci sukses adalah menghormati guru” Pungkasnya dengan menggunakan Bahasa Internasional tersebut, yang artinya adalah “harapan saya untuk para santri NJS agar tetap semangat menimba ilmu di pondok ini ( NJS, Merah). Dan lebih Khususnya menghormati dan menjaga akhlaq yang baik kepada guru-gurunya, karena salah satu kesuksesan dari seorang murid adalah menghormati dan menaati guru-gurunya.” (ILZ)

 

0 comments:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Mari berdiskusi dengan kami

Address:

Jl.Kendal-Geneng RT.002 RW.003 Dusun Pencol 1, Desa Randusongo, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur,Kode Pos 63270

Work Time:

Setiap Waktu

Phone:

087858305366

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Tidak Perlu Menjadi Orang Lain

Oleh: Safa Aulia Dea Novita.      Proses kekaguman kita pada orang lain bisa jadi baik, tapi bisa juga tidak baik. Apa sebabnya? Sikap kekag...