Selasa, 18 Juni 2024

Menyukai Barang Antik

Oleh: Andika.


    Halo namaku Andre. Aku seorang yang menyukai barang antik. Di suatu hari, aku mendatangi sebuah toko antik Di Madiun, dan aku masuk ke dalam tokonya. Aku melihat banyak barang antik yang aku sukai, dan aku memandangi satu barang yang berupa kacamata antik yang bercorak merah. Dan aku langsung membelinya yang berharga sangat murah 30.000 rupiah.


    Ketika itu gerimis melanda kota Madiun, dan aku langsung memakai kacamata itu. Perjalanan pulang aku memakai motor, ketika sampai jembatan yang bisa di bilang kuno, yang di buat oleh orang Belanda pada saat penjajahan, dan aku melihat sosok remaja perempuan di jembatan itu. Di situ memang ada 3 rumah sebelum ke jembatan, dan aku berhenti di samping cewek itu, lalu aku bertanya “mau ke mana kak?” Gadis itu menjawab “saya mau pulang mas” Aku menawarkan diri untuk mengantarnya “boleh saya anterin?” gadis itu menjawab “boleh”. Aku bertanya “di mana rumahmu?” si gadis menjawab “Maospati Jalan Soekarno RT 13 RW 14”. Sesampai di gang, si anak perempuan itu, aku pun bertanya “siapa namamu dan sekolahmu di mana?” namaku Cindy sekolahku Universitas Madiun.


    Seketika aku mengantar ibuku ke Mall, aku melihat Cindy berdiri di depan kamar mandi cewek. Ketika aku menunggu ibuku belanja sekitar 3 jam-an, ibuku kemudian datang “ibu kok lama belanjanya?” ibu tadi ketemu nenek tua di sana, ibu kasihan karena nenek itu tersesat , ya sudah ibu anterin ke kasir biar dicarikan keluarganya.


    Sampailah di rumah, aku langsung berbaring di kamar, dan langsung memain hp. Aku melihat Instagram ada yang memfollow akunku dan ternyata Cindy, lalu aku ngechat lewat Instagram “halo Cindy, boleh minta nomornya?” 23 menit kemudian “halo juga, boleh, 085***5993” Andre pun langsung mencatat nomornya, “kamu kuliah di mana? Aku lupa”, “aku di Universitas Madiun” dan aku pun langsung mendaftar di Universitas Madiun, aku sudah masuk di Universitas Madiun dan aku sudah memutari tempat kuliahnya, tapi tidak menemukan Cindy sama sekali.


    Sudah satu minggu aku tidak menemukan Cindy di tempat kuliah. Saat itu aku berjalan-jalan dan setelah itu mataku sakit, aku tidak mau sakit mataku ini menular di temaku. Dia harus memakai kacamata, dan di hari itu, aku melihat Cindy di kantin. Aku menawarkan diri untuk mengantarkan pulang, tentu saja Cindy mau.


    Saat di depan rumah Cindy, dia berucap “sebentar Andre aku masuk dulu” aku pun menganggukkan kepala. Sudah 15 menit Cindy tidak keluar, lalu aku pun memanggilnya “Cindy? Cindy? Lalu ibu Cindy datang, “ada apa mas?” “saya cari Cindy Bu” langsung muka ibu itu menjadi panik, “Cindy…” ”ha? Cindy?” “iya bu” tapi mas Cindy itu sudah meninggal 2 tahun yang lalu, muka Andre jadi panik. “Hah? yang aku anterin tadi siapa?” kataku di dalam. “Cindy itu kecelakaan di daerah jembatan kuno itu, kacamata Cindy hilang sampai sekarang”. Andre pun bertanya, “emang kacamatanya warnanya apa Bu?” “pada saat itu Cindy memakai kacamata bercorak merah”. Aku bergumam dalam hati “itu kan yang aku beli”. “Kayak gini Bu kacamatanya?” “Iya anak, kamu nemuin di mana?” ini sudah lama aku beli di toko antik Bu. 


*) Penulis Merupakan Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati

0 comments:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Mari berdiskusi dengan kami

Address:

Jl.Kendal-Geneng RT.002 RW.003 Dusun Pencol 1, Desa Randusongo, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur,Kode Pos 63270

Work Time:

Setiap Waktu

Phone:

087858305366

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Tidak Perlu Menjadi Orang Lain

Oleh: Safa Aulia Dea Novita.      Proses kekaguman kita pada orang lain bisa jadi baik, tapi bisa juga tidak baik. Apa sebabnya? Sikap kekag...