Rabu, 19 Juni 2024

Suka Duka Merantau

Oleh: Mukhlis Abdul Rafi.


    Merantau bisa kita sebut dengan hijrah. Apa itu hijrah? Menurutku hijrah adalah perjalanan kita menuju tempat yang baru, untuk belajar lebih baik dari sebelumnya. Pepatah pernah mengatakan "carilah ilmu ke negeri Cina". Maksudnya janganlah kita mencari ilmu di satu tempat, tapi carilah ilmu di berbagai tempat, karena di luar sana ada banyak hal yang tidak kita ketahui.


    Hijrah mengajarkan kita tentang berinteraksi dengan orang-orang setempat dan dengan hijrah pula kita pastinya akan mendapatkan sebuah pengalaman yang mana pengalaman itu membuat kita belajar  tentang suatu hal. Tentunya kita berhijrah pastilah ada yang Namanya suka dan duka. Suka itu adalah bahagia, bahagia di mana mendapatkan suatu hal yang baru, dapat mengenal dunia baru, pengetahuan yang luas dan tentunya sahabat baru. Dan setiap adanya suka pasti ada yang Namanya duka. Duka itu adalah perpisahan atau kesedihan.


    Berhijrah bukan hanya belajar tentang hal baru, tapi juga belajar untuk hidup mandiri, berpisah dengan keluarga dan orang-orang yang kita sayangi. Terkadang itulah yang membuat kita merasa sedih. Di luar sana kita hanya hidup sebatang kara, melihat orang lain bersama keluarga mereka dan orang-orang yang mereka sayangi. Ketika kita memiliki masalah maka kita harus menghadapi masalah kita sendiri. Itulah masa-masa sulit dan duka yang kita jalani bila berhijrah.


    Tapi janganlah putus asa jika mengalami hal-hal seperti itu, karna imam Syafi’i, ia pernah bersyair: “Tidak ada tempat bagi orang berakal dan beradab untuk beristirahat, maka tinggalkanlah tanah kelahiranmu dan mengasingkanlah.” “Berkelanalah, maka kamu akan mendapat ganti dari yang kamu tinggalkan.” “Dan bersusah payahlah, karena kelezatan hidup berada dalam kesusahan.”


    Jadikanlah syair ini sebagai pegangan untuk kita ketika behijrah. Dan satu hal lagi, katakanlah ini pada dirimu ketika melalui kesulitan.


“Allah ingin kuatkan pundakku” 

“Allah ingin ajarkan sabar pada diriku”

“Allah ingin kebaikan untukku”

“Allah ingin surga menjadi muara akhirku”


    Oleh karena itu marilah kita bersama-sama belajar berhijrah, jangan beranggapan bahwa hijrah itu sulit. Bila kita timbulkan niat dalam diri kita pasti Allah akan memberikan jalan kemudahan untuk kita, ”siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga”. (HR.Muslim)


    Teruntuk para pengendara waktu, bertahanlah sampai surga menjadi pelabuhan terakhir kita.


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


0 comments:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Mari berdiskusi dengan kami

Address:

Jl.Kendal-Geneng RT.002 RW.003 Dusun Pencol 1, Desa Randusongo, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur,Kode Pos 63270

Work Time:

Setiap Waktu

Phone:

087858305366

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Tidak Perlu Menjadi Orang Lain

Oleh: Safa Aulia Dea Novita.      Proses kekaguman kita pada orang lain bisa jadi baik, tapi bisa juga tidak baik. Apa sebabnya? Sikap kekag...