Selasa, 18 Juni 2024

Senja Yang Mempertemukan Kita

Oleh: Safa Aulia Dea Novita.


    Disaat itu, disaat matahari ingin meninggalkan cahayanya dan disitu pula aku juga melihat ada seorang lelaki yang berdiri menatap senja itu. Dia berdiri di atas papan kayu yang ada di dekat danau. Dan pada saat itu, aku melihatnya, rasa ini langsung muncul secara tiba-tiba. Mataku langsung terpejam sejenak melihat indahnya dirimu dan senja itu. Dan di saat itu pula, alu mencari apapun tentang mu. Dan wajahmu selalu ada dalam pikiranku, tapi entah bagaimana perasaan ini kepadamu, seperti terombang ambing di lautan yang sangat luas.

    Setiap hari rasanya aku ingin menatapmu bagaikan menatap indahnya senja di sore hari, rasanya aku ingin setiap detik, setiap saat bersamamu. Sosokmu begitu menarik bagiku, walau aku belum tahu sosok aslimu seperti apa. Dan jika ada mesin waktu, aku ingin memutar waktu itu lagi, waktu pertama aku melihatmu.

    Dari pertama aku melihatmu, hanya kamu yang menjadi sosok terindahku, karena aku baru merasakan yang namanya jatuh cinta, dan terkadang akupun pernah berfikir, bahwa hanya kamu yang aku cintai selamanya, dan itu hanya sebatas harapan yang belum pasti bagiku, dan aku tidak mau berharap  lebih terhadap seseorang, karena aku sering mendengar cerita oran-orang yang katanya telah berharap besar, eh ternyata malah di tinggal sama pacarnya.

    Hari silih berganti, dan aku sudah lama tak melihat sosokmu lagi. Rasa hatiku ingin melihatmu, namun aku sadar, hanya sebatas mimpi bagiku, yang tak mungkin jadi nyata.

    Dan lambat laun, aku bisa mengetahuimu lebih dalam, ternyata kamu berbeda dari yang lain. Kamu sangat menarik bagiku, aku sangat merindukan sosok sepertimu, yang mengingatkanku tentang sosok ayahku, yang telah pergi sejak aku berumur 13 tahun.

    Aku tidak tahu perasaan ku ini akan mengarah ke mana lagi, terkadang, perasaan ini salah jika aku terlalu mengikutinya.

    Dan keesokan harinya, aku melihat lagi di tempat yang sama, tapi dengan suasana yang berbeda. Kali ini aku melihatmu tidak dengan senja yang indah, melainkan hujan yang mengerikan, aku melihatmu ketika aku meneduh di rumah penduduk di sana. Aku melihatmu dari kejauhan dan di situ aku memperhatikanmu seperti orang yang tengah bersedih, dan itu adalah terakhir kalinya aku melihatmu.

    Pada hari itu, aku memutuskan untuk datang ke danau tempat pertama aku melihatmu, dan akupun duduk di tepi danau itu, lalu, aku melihat ada dua anak kecil mendatangiku dan dua anak itu memberiku setangkai bunga mawar merah dan sebuah surat, dan aku membaca surat tersebut, dan di dalam surat itu menyuruhku untuk mengikuti dua anak itu, mengajakku ke tengah taman dekat danau tersebut.

    Dan ketika aku sudah sampai, tiba-tiba aku melihat seorang laki-laki sedang berdiri membelakangiku, dia memakai baju berwarna hitam dan celana jeans hitam. Dan seketika aku berhenti memperhatikan siapakah sosok itu, dan kamu pun berbalik badan mengarah ke wajahku. Dan disitu hal yang selalu menjadi mimpiku tiba-tiba terjadi begitu saja pada hari ini, kejadian yang aku kira hamya mimpi belaka menjadi kenyataan. Dan di situ kamu berkata “Aku mencintaimu”. Kata-kata itu adalah kata pertama yang kamu ucapkan kepadaku dan kata pertama yang aku dengar dari seorang laki-laki untukku. Aku sempat berfikir apakah ini hanya mimpi saja. Dan seketika kamu berlutut di depan ku, lalu kamu mengatakan “Apakah kamu mau menjadi teman hidupku?”. Kata-kata itu membuat jantungku berdetak sangat kencang, kata-kata yang tidak pernah aku dengar selama ini. Pada akhirnya aku menganggukkan kepalaku, tanda aku menerimanya. Di saat itu pun kamu memakainakn cincin terserbut ke Jari manisku, dan seketika muncullah Pelangi yang sangat indah pada saat kamu memakainkan cincin itu.

    Bulan demi bulan silih berganti, dan pada hari itu, kamu mengatakan bahwa kamu membawa hubungan kita ke jenjang yang lebih serius. Kamu berkata bahwa kamu akan segera melamarku. Dan semua itu telah kita bicarakan kepada keluarga kita, dan tak lama lagi lamaran itu akan segera di laksanakan dalam beberapa hari lagi.

    Pada suatu hari, kamu mengatakan sesuatu yang tidak pernah ku duga “Please stop to love me! I have her and you have him”. Kata-kata itu seketika membuatku bertanya-tanya siapa “him”?, dan aku teriungat dengan kata-katamu yang mencintaiku ternyata hanya omong kosong ( BULSHIT). Baru saja aku merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta untuk pertama kalinya, kamu sudah membua hati ini hancur seketika, dan di situ kamu juga mengatakan kepadaku lagi bahwa aku harus melupakan mu, padahal menurutku, melupakan seseorang itu tak semudah yang kamu pikirkan dan melupakan seseorang itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Di situ kamu pergi menghilang saja. Dan di situ aku terbangun dari tidurku , saat itu pun aku langsung mencari di mana kamu, Dan ternyata itu sem,ua hanya mimpi.


0 comments:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Mari berdiskusi dengan kami

Address:

Jl.Kendal-Geneng RT.002 RW.003 Dusun Pencol 1, Desa Randusongo, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur,Kode Pos 63270

Work Time:

Setiap Waktu

Phone:

087858305366

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Tidak Perlu Menjadi Orang Lain

Oleh: Safa Aulia Dea Novita.      Proses kekaguman kita pada orang lain bisa jadi baik, tapi bisa juga tidak baik. Apa sebabnya? Sikap kekag...