Selasa, 18 Juni 2024

Setiap Insan Mempunyai Potensi

Oleh: Nindia Putri Widarmono


    Dalam setiap diri manusia sudah pasti tersemat potensi di bidang apapun itu, hanya mungkikn kita yang alpha umtuk menyadarinya, menggali lebih dalam, dan kemudian mengaktualisasikan di ruang yang benar. Sebab apa? Sebab kita terlalu banyak melihat potensi majemuk yang diharapkan banyak orang yang mana potensi itu tidak terdapat dalam diri kita. Contoh, stigma public sejak dulu menilai bahwa anak yang cerdas adalah mereka yang pintar di mata pelajaran matematika, fisika, kimia, biologi dan mampu memenangkan kompetisi di bidang itu maka ia dikategorikan sebagai anak yang pintar . kemudian , apa kabar dong mereka yang potensinya tidak disana? Bagaimana nasib mereka yang cerdasnya di ilmu sosial dan pandai serta kritis mengamati dinamika perubahan kehidupan di sekitarnya? Belum lagi mereka yang memiliki bakat di dunia bahasa, anak-anak yang sebenarnya memiliki bakat di dunia pidato, debat, mendongeng atau drama seolah tidak "sekelas" dengan mereka yang berada dikelas olimpiade. Mereka ini paling-paling hanya dianggap sebagai golongan manusia kelas dua bahkan tiga.


    Jangan dikira, setiap anugrah dan prestasi yang didapatkan oleh orang-orang hebat itu adalah sesuatu yang taken for granted, alias tiba_tiba sudah didepan mata. Tokoh-tokoh seperti bill gates dan steve job  sendiri membuktikannya.mereka pernah dinilai sebagai orang yang gagal dan tidak masuk akal. Tapi nyatanya, kita bisa lihat sendiri seberapa besar dampak perubahan kehidupan akan konstribusinya didunia teknologi. Lalu pertanyaanya, apakah kita juga memiliki peran yang sama dengan bill gates dan steve job? Jawabannya, tentu saja. 


    Mereka berdua dan kita sama-sama manusia biasa, ciptaan tuhan yang maha sempurna. Asal kita tahu saja. Bahwa sebenarnya tuhan menciptakan kita sambil mewarisi sifat-sifatnya yang luar biasa.bedanya, kemampuan tuhan tidak terbatas apapun, sedangkan kita hanya secuil sangat terbatas. Namun, yang perlu digaris bawahi adalah "setiap cuilan-cuilan bekal yuang dititipkan tuhan untuk kita seyogyanya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya". Look inside of you deeply. Apa yang kita mampu lakukan dan apa yang mampu kita perbaiki. Walaupun itu kecil dengan izinnya pastilah memliki dampak besar dalam kehidupan yang dinamis ini. 


    Langkah yang bis akita ambil adalah sedikit mengambil jarak dari keramaian dan hiruk piruk manusia. tidak ada salahnya kita sesekali merenung, berkomtenplasi kekuatan apa yang sebenarnnya ada didalam diri kita dan belum sempat terekplorasi. Ingat, dieksplorasi yaaa bukan di eksploitasi. Hidup di dunia ini secukupnya saja tidak perlu berlebihan. Kalau memang peran kita cukup 35% ya lakukan sesuai porsinya saja tidak perlu terlalu memaksakan diri atau ngotot untuk mengerjakan semuanya hanya demi ingin terllihat sempurna dimata orang. Kasian yang lain, nanti malah tidak kebagian peran. "intinya, menjalankan peran artinya membawa sebuah kepentingan. Untuk berhasil membawa sebuah kepentingan diperlukan sebuah kekuatan tekad untuk meninggalkan hal-hal yang sepele dan tidak menyepelekan hal-hal yang sebenanarnya besar dalam hidup". 


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


0 comments:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Mari berdiskusi dengan kami

Address:

Jl.Kendal-Geneng RT.002 RW.003 Dusun Pencol 1, Desa Randusongo, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur,Kode Pos 63270

Work Time:

Setiap Waktu

Phone:

087858305366

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Tidak Perlu Menjadi Orang Lain

Oleh: Safa Aulia Dea Novita.      Proses kekaguman kita pada orang lain bisa jadi baik, tapi bisa juga tidak baik. Apa sebabnya? Sikap kekag...