
Lihatlah orang-orang yang sukses di luar sana! Menurut kita, mereka bahagia dan berkecukupan atau bahkan lebih dari cukup? Ya! Memang, karena kita hanya melihat saat mereka telah sukses. Coba kita lihat sebelum mereka memetik keberhasilan dan kesuksesan. Apa yang mereka lakukan? Apakah rebahan di rumah sambil main handphone? Tidak! Pastinya mereka mengalami masa-masa perjuangan dan bekerja keras, dan itu semua pasti tidak jauh dari kata pengorbanan, baik harta maupun energi.
Pastinya, mereka-mereka yang sekarang sukses, dulunya juga mempunyai kekurangan. Namun mereka tetap berusaha dan bekerja keras sekaligus berupaya untuk menjadikan kekurangan itu tidak menjadi penghambat untuk menjadi orang yang berhasil dan sukses. Seperti perkataanku: ”Berusahalah sampai kekuranganmu menjadi tepukan tangan untukmu.”
Namun, untuk menjadi orang yang berhasil dan sukses bukan karena santai-santai, melainkan dengan gempuran-gempuran yang datang secara bersamaan baik itu masalah ataupun cobaan. Akan tetapi, mereka bekerja keras dan berdoa sekaligus memegang prinsip yang tidak akan pernah putus asa dan menyerah.
Presiden kitalah sebagai contohnya, yaitu Ir. H. Joko Widodo. Kita melihat beliau adalah seorang pemimpin negara dan orang yang terhormat, betulkan? Terus, apakah kalian tahu bagaimana perjuangan beliau sebelum menjadi seorang presiden sekarang? Dulu, beliau hanyalah rakyat biasa, anak dari seorang penjual kayu dan menjalani hidup dengan sederhana. Beliau juga mengalami banyak masalah. Mulai dari digusur dari tempat tinggalnya dan harus menumpang di rumah pamannya, membantu orang tuanya bekerja agar dapat membeli rumah sendiri dan masih banyak cobaan-cobaan lainnya yang dialami oleh beliau. Namun, beliau tetap berusaha dan berusaha untuk menggapai kesuksesan.
Jadi semua kesuksesan pasti akan sama dengan usaha yang dilakukan. Sebagai mana dawuh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati, K. Dr. A Halil Thahir, ”Jika kamu ingin kesuksesanmu di atas rata-rata, maka usahamu juga harus di atas rata-rata”.
Maksud dari kata ”Usaha kamu juga harus di atas rata-rata” adalah jika teman kalian bermain, kalian harus belajar, bukan ikut bermain. Teman kalian tidur, kalian belajar. Bukannya malah tidur sebelum jam sepuluh.
Jika kalian berada di pondok, pasti akan dihadapkan dengan yang namanya organisasi dan kalian bekerja keras juga berusaha untuk memaksimalkan kerja organisasi kalian. Walau usaha kita tidak sempurna karena kita hanyalah manusia biasa, tapi kita tidak boleh berputus asa dan pasti, di dalam usaha kita masih ada yang namanya masalah.
Ya! Memang, semua orang kan pasti punya masalah. Apakah ada seseorang yang tidak mempunyai masalah? Pasti punya. Dan semua orang untuk menyelesaikan masalahnya pasti menggunakan cara yang berbeda-beda. Jadi, kalian menggunakan cara apa untuk menyelesaikan masalah kalian? Sebenarnya banyak cara yang baik untuk menyelesaikan masalah. Tapi banyak orang-orang sekarang yang menyelesaikan masalah mereka dengan gegabah, dan cara yang terlalu gegabah seperti itu bukanlah cara yang baik karena hanya akan membawa penyesalan di masa yang akan datang.
Jadi, tetaplah berusaha untuk menggapai impian. Jangan putus asa, bangkit dari keterpurukan karena saya yakin kita semua adalah petarung untuk kehidupan yang keras ini. Tidak ada cita-cita yang tidak tercapai bila kita berusaha. Tapi yang ada hanyalah cita-cita yang tertunda.
*) Penulis Merupakan Santri Aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati

0 comments:
Posting Komentar