Welcome to LPS PP. NJS Channel

Lembaga Pers Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati (LPS PP. NJS) Channel merupakan salah satu Blog yang berisi tentang konten-konten karya tulisan dari santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati, Randusongo, Gerih, Ngawi, Jawa Timur .

Our Media

Youtube PP. Nurul Jadid Sejati

Open

Tiktok PP. Nurul Jadid Sejati

Open

Tiktok MA. Nurul Jadid Sejati

Open

Instagram PP. Nurul Jadid Sejati

Open

Instagram MA. Nurul Jadid Sejati

Open

Instagram LPS PP. Nurul Jadid Sejati

Open

Facebook PP. Nurul Jadid Sejati

Open

Facebook MA. Nurul Jadid Sejati

Open

Recent Work

Rabu, 19 Juni 2024

Tidak Perlu Menjadi Orang Lain

Oleh: Safa Aulia Dea Novita.


    Proses kekaguman kita pada orang lain bisa jadi baik, tapi bisa juga tidak baik. Apa sebabnya? Sikap kekaguman berlebihan tak urung juga bisa membuat kehilangan jati diri kita yang sesungguhnya. Kalau sosok yang kamu kagumi memang sosok yang benar-benar patut diteladani, maka hal ini tidak menjadi masalah. Masalahnya hal ini akan berbanding jika figur yang kita idolakan hanya membuat kita sekedar ikut-ikutan.


   Contohlah beberapa public figure yang sering muncul di media massa. Belum lagi ditambah dengan selebriti dunia maya yang gencar mempromosikan produk ini dan itu untuk dibeli. Mereka yang ngefans sekedar ngefans pasti mudah tergiur untuk membeli barang-barang yang ditawarkan oleh tokoh idolanya tanpa memfilterkan apakah produk tersebut benar-benar dibutuhkan atau tidak. Ingin mencoba untuk membentengi diri agar tidak ikut-ikutan. Tapi orang-orang di sekitarnya juga melakukan hal yang sama. Sehingga ia tidak percaya diri jika tidak melakukan hal serupa. Seperti merasa manusia yang ketinggalan zaman. Padahal sejatinya tanpa produk-produk tersebut, mereka tetap bisa hidup normal tanpa kendala.


   Terlebih lagi jika mayoritas manusia hari ini sudah mudah digiring pada hal-hal populer tanpa esensi. Mereka hanya mengikuti trend tersebut. Contoh kecil, ada orang yang begitu sukses menjalani bisnis pakaian kemudian banyak orang merasa merasa bisnis pakaian sebagai bisnis yang menjanjikan. Akhirnya banyak orang berlomba-lomba untuk berbisnis di bidang yang sama. Bisnis yang mulanya menjanjikan lama kelamaan hanya menjadi jamur di musim hujan. Banyak penjual yang mengambil dari tempat  yang sama dan persaingan harga terjadi di mana-mana. Akhirnya nilai jual menjadi rendah sebab terlalu banyak penawaran sementara jumlah permintaan tetap. Belum sempat untuk mencapai sukseksnya berwirausaha, mereka yang hanya sekedar ikut-ikutan berbisnis ini justru bingung untuk mengembalikan modal.


  Padahal mungkin potensi mereka sesungguhnya tidak di sana. Hanya karna ingin mendapatkan hal-hal tadi, mereka mencoba sesuatu yang mereka belum tahu dasarnya.


 Akhirnya, alih-alih mereka mendapatkan kesuksesan yang sama, mereka justru harus berjuang dari pagi sampai pagi lagi untuk sesuatu yang belum tentu mereka sukai, mereka, merasakan Lelah untuk mengajar prestasi yang sebenarnya tidak ditakdirkan untuknya. Bukannya mendapat apresiasi, cacian dan kritikan pedas justru mengalir dari sana sini itu semua terjadi karena mereka hanya melakukan sesuatu yang didorong dari terbesitnya keinginan kamu agar menjadi seseorang yang sama berkualitasnya dengan sosok yang mereka kagumi. Padahal sebenarnya potensi yang mereka miliki berseberangan dan tidak menemukan titik temu kesamaan. 


*Disarikan dari buku "Berdamai Dengan Diri Sendiri"


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


Lika-liku Angkasa Dan Nadhine Jadvana

Oleh: Tasya Anggraeni.


      Ini mengisahkan tentang Angkasa Dirgantara dan Nadhine Jedvanna. Sebuah perjuangan perihal asa yang belum usai.


  "Nadhine, Angkasa mu sedang tidak baik-baik saja. Maaf butuh waktu lama untuk aku menyampaikan rasa padamu. Namun, satu hal yang harus kamu tahu, sweorang Angkasa menanam cinta yang begitu besar padamu sejak 15 tahun lalu."


    Angkasa Dirgantara  nama seorang lelaki yang memiliki makana seluas jagad raya. Yang menjadi sahabat sekaligus cinta prtama seorang Nadhine Jedvanna.


    Bermula dari pertemuan pertama mereka disebuah Universitas terkenal di Jkarta Barat. Angkasa yang menanyakan kepada Nadhine tentang Pmungkas, penyanyi terkenal yang digemari Nadhine dan Angkasa. Dan akhirnya dengan menanyakan tentang debut album terbaru Pmungkas menjadi perkenalan dan tukar menukar nomor hp yang diberikan Angkasa berupa sandwich yang mana didalamnya terdapat plastik berisikan kertas dengan sederet nomor Angkasa. Ini menjadi pengalaman terbaru bagi Nadhine. Dipikiranya, mana ada orang yang rela menaruh plastik berisi kertas diodalam sandwich untuk sebuah perkenalan. Seperti Angkasa contohnya.


    Nadhine mempunyai kembaran bernama Nadira Jedvanna. Sisitem dikeluarga mereka sangatlah ketat dan harus disiplin. Ibu mereka adalah seorang dokter yang sangat cuek kepada sekitarnya dan ayah mereka adalah seorang jaksa. Jika mereka mendapati nilai rendah maka mereka harus isap akan hukuman yang diberikan orang tua mereka.


    Setelah mengenal satru sama lainantara Angkasa dan Nadhine. Kisah percintaan mereka muncul. Angkasa mengajak Nadhine kesuatu tempat untuk menyatakan persaanya sekaligus melihat pemandangan yang menakjubkan. Senja, Angkasa membawa Nadhine ke pantai. Nadhine menyukai enja pada pandangan pertama dan Angkasa turut Bahagia. "Menurutmu apa definisi tentang senja yang pertama kali kamu lihat?" tanya Angkasa "Canti, tenang, Ajaib. Senja adalah momen terindah kesukaanku terhitung hari ini." Gadis itu menjawab dengan lengkungan yang manis dari bibirnya. Hingga Angkasa berkata "Aku ingin mematahkan persahabatan kita. Aku mau jadi arah kamu pulang. Aku mau jadi orang pertama yang tau semua kabar kamu. Aku mau melanggar peraturan nomor satu dalam persahabatan, yaitu jatuh cinta sama kamu Nadhine." Untuk pertama kalinya ia mendengar seseorang menyatakan cinta kepadanya. Untuk pertama kalinya ia meraskan apa itu jatuh cinta. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup seorang Nadhine Jedvanna.


    "Kmau adalah senja byang aku harapkan." Ucap lelaki itu kemudian menglurkan tanganya kearah Nadhine seraya berkata "Genggam tangan aku. Sini aku kenalin kekamu betapa indahnya menikmati senja berdua." Gadis itu hanya mampu tersenyum karena ucapan seorang lelaki yang pertama kali singgah dihatinya.


    Hari itu Angkasa hanya menginginkan Nadhine tahu bahwa dia harus melanggar peraturan pertamna itu. Keesokan harinya dia akan menjemput Nadhine untuk meresmikan hubunganya dipantai pada pukul 5 sore bersama menikmati senja.


    Besoknya Nadhine sudah siap dengan style andalanya yaitu, kemeja putih dengan celana kulot. Dia menunggu lellaki itu untuk mengujungi tempat yang sudah dijanjikan kemarin. Lima belas menit berlalu tetapu belum ada sosok lelaki itu. Hingga jarum jam menunjukan angka setengah enam dia akhirnya menyambar kunci mobil dan pergi ketempat itu. Dia sampai ditempat itu, dipantai itu dia dengan perasaan tak menentu. Dia mencari sosok lekaki itu disegala arah, tapi nihil dia tidak menemukannya. Lantas kemana seorang Angkasa menghilang dihari bahgianya saat ini?. Nadhine menghubungi Angkasa dengan perasaan cemas. Berapa kalipun dia menghubungi nomor lelaki itu tapi tidak ada balasan. "Kata kamu, cinta pertama itu adalah kekuatan utama untuk membuat aku percaya bahwa jatuh cinta itu menyenangka. Senja dan Kamu, dua kata yang dapat mendeskripsikan makana cinta. Aku gak pernah tahu kalau jatuh cinta itu ternyata candu. Aku gak suka senja hari ini." Nadhine benar benar kecewa. Dua tahun berlalu….


    Hingga sudah Lelah mencari keberadaanya. Dia muncul, Angkasa muncul Bersama seseorang yang berada dikehidupanya bertahun tahun. Nadira Jedvanna, kembaran seorang Nadhine Jedvanna sedang bersama seseorang yang sudah lama dicari Nadhine dua tahun lalu. Dia kecewa dengan keadaan ini.


    Lantas Nadhine mendatangi mereka berdua disebuah perpustakan dikampus. Terjadilah percekcokan anatara kembaran tersebut. Setelahnya Nadhine melihat raut wajah bingung seseorang yang sudah lama dicarinya. Angakasa dengan raut wajah bingungnya melihat apa yang sedang terjadi dihadapanya saat ini. 


    Nadhine berfikir, apa yang sebenarnya terjadi pada Angkasa yang secara tiba-tiba menghilag dari kehidupan Nadhine selama dua tahun? Terlebih lagi, mengapa dia Kembali namun menjalin hubungan dengan Nadira? Padahal sehari sebelum Angkasa menghilang.


   "Relakan rintik hujan yang membawa segala asa hingga batas penantian. Jangan takutuntuk membuka lembaran baru demi ruang yang baru."


Bersambung


*) Penulis merupakan santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati

A Multifunctional Pen

Oleh: Daffa Fathurrahman.


    Banyak orang berpendapat bahwa kehidupan anak SMA adalah masa paling terindah, tapi tidak untukku, hidup sendiri di sebuah rumah kecil, mempunyai kerja sampingan sangatlah membosankan, apalagi di semasa hidupku tidak pernah mengalami masa percintaan selayaknya kebanyakan remaja di luar sana.


    Perkenalkan nama saya Ahmad Shynx Olympus, sangat aneh bukan?? ... yah begitulah ayah menamaiku. Ayahku yang seorang santri menikah dengan ibuku yang seorang putri kerajaan Inggris, menjadikan namaku sangat aneh.


    Sedikit kuceritakan masa laluku tentang orang tuaku. Yang selalu kudengar dari nenekku, ayahku melamar ibuku yang Bernama Athena Olympus yang biasa dipanggil Anna di istana kerajaan inggris, ditolak mentah-mentah, akan tetapi ayahku yang cerdik tidak kehilangan cara, ia membungkus ibuku dengan karung kemudian ia bawa menuju Indonesia lebih tepatnya Trenggalek. 


    Singkatnya dua hari setelah kelahiranku, pasukan Inggris menginfasi Trenggalek demi menemukan dan membawa pulang ibuku ke kerajaannya. Ayahku yang biasa-biasa saja pasrah akan itu semua, ia berpikir mungkin ini jalan terbaik bagi mereka.


    Sekian flash back tentang orang tuaku, dan apa yang terjadi dengan ayahku? Beliau menghilang semenjak aku berumur 5 tahun kemudian aku diasuh oleh nenek. Di setiap hari ulang tahunku aku pasti mendapat hadiah spesial yaitu surat dari ibuku.


    Akan tetapi ketika umurku menginjak 16 tahun tepat di hari itu pula satu-satunya orang yang menjagaku dipanggil oleh yang maha kuasa. Kesedihan memenuhi hari-hariku, tidak memiliki orang yang menyayangi kalian adalah suatu yang menyedihkan.


    Sekarang aku tinggal di rumah kos sederhana di pinggiran kota Bandung, tentunya aku masih duduk dibangku XI SMA, mungkin kalian bertanya-tanya tentang dana sekolah dan dana kosku, untungnya aku mendapat beasiswa dari Pak Jokowi karna beruntung dan doa pastinya tapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, aku bekerja di sebuah restoran.


    Di suatu pagi ketika kota Bandung di bungkus awan gelap, aku berjalan sendirian ditemani rintik hujan. Beberapa kendaraan berlalu Lalang di jalanan. Kemudian tiba-tiba seseorang menepuk Pundakku, “Mad..? udah jam 7 kurang nih nanti telat ”dia adalah Hisyam begitulah murid terfavorit, owh oke jawabku sambil mengekorinya dari belakang. Pada jam 7 tepat bel sekolah berbunyi tanda pelajaran sekolah akan dimulai. Sesuai dengan dugaanku  tidak ada yang menarik di sekolah kecuali melihat senyumnya tapi yah aku hanya bisa mengaguminya tanpa harus memilikinya.


    Tiba-tiba wali kelasku masuk bersama dengan seorang murid “kok aku agak familiar ya dengan nya?” batinku dalam hati. ”Oke anak-anak kita sekarang kedatangan murid baru pindahan dari London”, sontak semua murid berteriak histeris, ”oke silahkan perkenalkan dirimu anak,” suruh wali kelas kami kepadanya.


    “Hello every one perkenalkan namaku Myles Olympus,” seketika aku terkejut. ”Lho kok nama kita sama,” benakku dalam hati. ”Aku pindahan dari kota London sekian dan mohon bantuannya untuk ke depannya, makasih,” ia berbicara menggunakan bahasa Indonesia tapi logat Britishnya masih terlihat.


    “Oke Myles, silahkan duduk di samping Ahmad.” kemudian ia berjalan menuju ke sampingku dan duduk. Ia memperkenalkan dirinya kepadaku dan aku pun melakukan hal yang sama. Tetapi aku punya feeling bahwa dia akan banyak berpengaruh kepada kehidupanku nantinya.


    Sepulang dari sekolah, tentunya aku pulang sendirian, maklum gak punya temen, ada sih beberapa teman tapi masih bisa dihitung dengan hitungan jari. Ketika aku berjalan sambil memandangi rintik hujan di langit. Tiba-tiba sesuatu jatuh tepat di hadapanku, membuyarkan lamunanku. Aku memperhatikan benda tersebut yang ternyata adalah sebuah pena dengan motif yang aneh tapi keren. Karena tertarik aku refleks mengambilnya.


    Sesampainya di rumah, aku langsung merebahkan diri dan ganti baju ”Ah, capeknya full day” keluhku saat merebahkan diri di sofa. Tiba-tiba aku teringat dengan pena tadi, seketika aku mengambil tasku dan mencari benda tersebut.


    Agak sulit untuk mencarinya di dalam tas tapi nah, akhirnya ketemu. Kuputar-putar pena itu dan menemukan sebuah tulisan “A Multifunctional Pen” dan juga tertulis “This pen will wish what you want!” Seketika aku berkomentar ah masa. Karena penasaran akhirnya aku benar-benar mencobanya dan menuliskan ditanganku “dapat pulsa 200k”. Kemudian aku menutup pena tersebut dengan menekan tombol yang berada di ujung pena itu. Tiba-tiba ada notifikasi masuk ke ponselku ’SELAMAT ANDA MENDAPATKAN PULSA GRATIS SEBESAR 200K’. Seketika aku kaget dengan hal itu. Karena masih belum percaya aku mencobanya lagi dengan menulis “Hujan reda” dan sama seperti sebelumnya, ketika aku menutup pena tersebut hujan benar-benar reda.


    Kemudian aku menelusuri pena tersebut sekali lagi dan menemukan sebuah tombol di samping tulisan ‘a multifunctional pen’. Karena penasaran aku refleks menekannya. Tiba-tiba daerah sekitarku berubah menjadi abu-abu dan dipenuhi kabut tebal. Di sana tampak sosok bertubuh besar mengenakan jubah khas bangsawan datang menghampiriku.


To be continued.........

*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati

Jawabanmu Ada Di Sepertiga Malamku

Oleh: Roro Arung T.


    Pada suatu hari aku menjalankan rutinitasku yaitu menyapu dan lain-lain. Aku tinggal disebuah pondok yang cukup besar yang ada di Jawa Timur. Pondok itu adalah tempat yang membuatku dewasa dan bisa berfikir tentang seseorang yang membuatku jatuh dalam hatinya, yaitu dia yang bernama Fakhri. Dia adalah laki-laki yang bisa membuatku jatuh dalam hatinya.


    Pada suatu malam dia mengirimkan pesan kepadaku “assalamualikum Arum”.  Aku syok melihat pesan itu dan aku kaget, lalu akupun bergumam “orang sebeku Fakhri mengirimkan pesan kepadaku?” Aku tidak menjawab pesan Fakhri si cowok paling beku sedunia. Beberapa hari kemudian aku menjawab pesan dari Fakhri “waalaikumsalam, iya Fakhri ada apa?” akupun memaksa diriku untuk tidak akan membalas pesan dia lagi. Aku hanya akan fokus mondok dan belajar. 


    Lalu setelah itu aku sholat tahajud untuk menemukan jawaban dari semua yang Fakhri tanyakan kepadaku. Lalu Fakhri membalas pesan yang sudah berminggu-minggu, “I will bring you running well!”. Aku hanya bisa memandang pesan tersebut. Aku berfikir mengapa Fakhri melakukan itu semua kepadaku. Akupun menjawab pesan itu, “apa maksudmu?” Mungkinkah ini jawaban dari semua doa dan sholat malamku? Mungkinkah ini hanya halusinasiku saja? Mungkin sih. 


    Suatu hari aku bertemu dengannya di sebuah masjid yang ada di Ngawi. Aku mematung dan hanya berdiam diri sedangkan dia pun begitu. Rasa mulai canggung pun datang. Kita berpandang-pandangan. Akhirnya Fakhri mengajak bicara “apakah kamu salah satu santri yang mondok di Nurul Huda?” Aku menjawab “i..iya”. Aku pun bertanya kepadanya “apakah kamu juga salah satu santri yang mondok di Nurul Huda?” diapun menjawab dengan lantang “iya”. Kita terdiam sejenak untuk membiasakan berbicara dengan berbeda angkatan.


    Akhirnya adzan Isya’ pun berkumandang. Lalu dia mengajakku untuk sholat berjama’ah. Dan kita melanjutkan pembicaraan dengan membahas pelaksanaan Harlah pada hari minggu nanti. Setelah selesai kita memutuskan untuk pulang ke pondok masing-masing. 


    Puncak acara Harlah pun datang. Di saat itu semua santri boleh memegang HP mereka termasuk Fakhri. Dia mengirimkan pesan kepadaku “uhibbuki”. Aku sedikit tidak paham dengan pesan tersebut. Akupun bertanya “apa maksudmu Fakhri?” dia langsung menjawab “maksud ku. Aku menyukaimu”. Aku tidak menjawab pesannya.


    Dia memaksaku untuk menjawab pesannya. Pasalnya aku gugup untuk membalas pesanya, lalu aku memberanikan menjawab “kenapa harus aku yang kamu sukai, padahal masih banyak wanita lain yang menyukaimu?”. Dia membalas  “adakah cinta yang harus dipaksa untuk bisa mencintai orang lain, selain orang yang aku cintai?” Aku hanya bisa berfikir apa maksud pesan darinya. Aku menjawab pesanya “adakah laki-laki yang bisa mencintaiku dengan ketulusan? adakah cinta sejati di antara kita?” Fakhri membalas pesanku dengan cepat dan menjelaskan semua itu. “Ada, yaitu aku sendiri. Dan cinta sejati pasti ada di antara kita”. Aku langsung menjawabnya “apakah kita bisa bersatu yang mana masih ada wanita lain yang menyukaimu dan masih belum bisa menjauh darimu?”


    Dia menjawab “siapa wanita itu, dan beri tahu aku tentang wanita itu?”, “dia adalah pindahan pondok pesantren Nurul Amin yang bernama Aliza, dia berasal dari Denpasar, Bali”. Di sisi lain Fakhri langsung mematikan ponselnya dan merenungkan diri untuk bisa menjalin hubungan dengan Arum dan tentang semua masalah yang terjadi dengan wanita yang bernama Aliza. 


    Aku hanya bisa menenangkan Fakhri dan menyemangati. Fakhri tidak pernah absen untuk selalu beroda dalam tahajudnya dan istiqoroh. 


    Fakhri mendapat jawaban atas doa yang ia panjatkan, dan dia memilih Arum untuk menjadi kekasihnya. Suatu saat aku mengirim pesan kepadanya


“Assalamualaikum Fakhri”


“Waalaikumsalam Arum, ada apa?”


“Kenapa akhir-akhir ini ga ada kabar, apakah kamu sakit atau kenapa?”


    Fakhri menjawab dengan menceritakan tentang wanita yang bernama Aliza. “Arum aku takut untuk mengirim pesan kepadamu dan aku takut kamu kenapa-kenapa, apakah aku boleh curhat denganmu?”


“tentu boleh”. Jawabku.


    Lalu Fakhri menceritakan “kenapa Aliza mencintaiku sedangkan aku tidak mencintainya? Aku sangat kasihan kepadamu karena aku terlalu mencintaimu dengan ketulusan hatiku”.


    Aku tersentuh dengan ucapanya, dia mengirim pesan lagi setelahnya “apakah kamu akan percaya apa yang bicarakan?”


    Aku pun menjawab, “aku takut dengan wanita yang bernama Aliza, Fakhri”.


    Fakhri pun turut kesal dengan Aliza, lalu membalas pesanku “tidak usah takut dengan Aliza! Aku tidak akan menyukainya, Arum”.


    Setelahnya aku merenung dan melaksankan solat tahajud untuk meminta jawaban atas apa yang Fakhri lakukan kepadaku. Aku menjawab pesan Fakhri yang sebelumnya, “apakah kau benar-benar mencintaiku dengan tulus dan ikhlas Fakhri? aku akan menerimamu di saat aku salat di sepertiga malamku”.


“Aku akan menunggu di sepertiga malamku”.


    Aku berfikir atas jawaban dan janjinya. Aku membalas “ berjanjilah kepadaku untuk tidak meninggalkanku seumur hidupku”. Dan Fakhri mengiyakan janji tersebut. 


BERSAMBUNG


*) Penuis Merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati

If You Think Can, So You Can

Oleh: Nhaisila Permata Wiguna.


    The real of perjuangan is apabila kita ada tekat untuk bisa berhasil, untuk mau mencapai mimpi-mimpi dengan sungguh-sungguh. Mereka yang rela berkorban raga dan hatinya untuk mendapat hasil yang maksimal, semangat ya untuk yang sedang berjuang melawan dunia yang tidak selalu bersahabat, saya yakin setiap orang yang ingin berjuang pasti dia akan meraih apa yang telah ia perjuangkan. 


    Khususnya untuk remaja-remaja yang sedang mondok dan jauh dari orang tua. Berjuanglah, tataplah yakin bahwa perjuangan tidak akan mengkhianati hasil. Perjuangan yang sungguh-sungguh adalah kunci kesuksesan, jadi tetap semangatlah untuk berjuang.


    Dan untuk diri saya sendiri, terima kasih, semoga tetap menjadi kuat, dan menjadi manusia yang berguna bagi siapapun. Dunia memang keras ya! Apalagi kalau sudah tumbuh beranjak dewasa, makin banyak masalah yang harus kita hadapi disana, akan tetapi beda dengan mereka yang tidak mempunyai cita-cita, mereka hanya memikirkan kehidupannya sekarang, tidak memikirkan bagaimana dirinya besok.

 

    Cita-cita atau tujuan itu penting! Karena tanpa adanya tujuan, seakan-akan hidup kita akan gitu-gitu saja. Gak ada capaian dan gak ada harapan untuk berhasil, maka ayolah bermimpi setinggi mungkin. Masalah tercapai atau tidak tercapainya itu urusan belakang, yang penting kita bermimpi dan berjuang  untuk menggapainya. Ustaz saya pernah berdawuh ”mimpilah setinggi mungkin karna mimpi itu gratis” jadi gak ada alasan untuk tidak bercita-cita, Okheee ...


    Di dalam diriku kadang-kadang juga tergores kata iri, ketika melihat orang lain bahagia, tapi aku selalu menjadikan kata iri sebagai sarana penyemangat untuk diriku, bahwa aku juga harus berjuang untuk menjadi orang yang bahagia juga. Aku selalu berpesan kepada diriku sendiri ”iri boleh dengki jangan” karena di balik kebahagiaan mereka pasti ada yang dikorbankan sebelumnya. Maka camkan pada diri kalian, jikalau kita mau bersungguh-sungguh, niscaya kita akan berhasil. 


    Apakah anak orang yang tidak mampu bisa mencapai cita-citanya? Jawabannya bisa! Tidak sedikit di dunia ini pemuda yang sukses tanpa biaya banyak. Karena apa? Karena dia bersungguh sungguh belajar, sehingga ia mendapatkan beasiswa dari pemerintah. Dikarenakan semangat yang sangat besar, sehingga ia sarjana dan bisa membahagiakan kedua orang tuanya. Jadi ada kok, kesempatan untuk rakyat jelata jika ingin berusaha, dan terus berdoa, percaya diri adalah jalan yang baik atau kunci utama yang bisa kamu terapkan untuk mencapai apa yang kamu inginkan.


    Hidup tidak ada yang mulus, semuanya butuh pengorbanan. Ya begitu, jika jatuh kita bangun lagi, jika gagal kita bisa coba lagi. Karena dengan kegagalan itu, kita jadikan pengalaman bahwa kita harus menjadi yang lebih baik dari sebelumnya.


“Jika menyerah adalah cara yang kamu lakukan ketika kamu dihadapkan dengan masalah, maka kamu bisa disebut sebagai pengecut, karena hanya pengecut yang lari dari masalah.”


    Ayo hadapi kerasnya dunia! Kejar apa yang kamu inginkan, teruslah melangkah ke depan jangan pernah berhenti bahkan mundur. Bermodalkan tekad, kita bisa  melawan rasa takut, melawan sesuatu yang membuat kita takut terhadap suatu tujuan dan cita-citamu selama ini.

    

    Akan tetapi jika kita sudah mempunyai mimpi yang sudah kita rencanakan sedemikian rupa, namun kita lupa atau bahkan tidak ada niatan untuk mencapainya, itu adalah niatan yang sia-sia bukan? Tapi jika niatan itu tercipta hanya karna ocehan-ocehan orang lain yang tidak penting maka bersikap masa bodohlah kepada mereka, hilangkan pikiran mu tentang mereka, berfikirlah bahwa mereka tidak ada pentingnya sama sekali untuk kesuksesanmu, itu semua hanyalah beban untukmu.


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati

Suka Duka Merantau

Oleh: Mukhlis Abdul Rafi.


    Merantau bisa kita sebut dengan hijrah. Apa itu hijrah? Menurutku hijrah adalah perjalanan kita menuju tempat yang baru, untuk belajar lebih baik dari sebelumnya. Pepatah pernah mengatakan "carilah ilmu ke negeri Cina". Maksudnya janganlah kita mencari ilmu di satu tempat, tapi carilah ilmu di berbagai tempat, karena di luar sana ada banyak hal yang tidak kita ketahui.


    Hijrah mengajarkan kita tentang berinteraksi dengan orang-orang setempat dan dengan hijrah pula kita pastinya akan mendapatkan sebuah pengalaman yang mana pengalaman itu membuat kita belajar  tentang suatu hal. Tentunya kita berhijrah pastilah ada yang Namanya suka dan duka. Suka itu adalah bahagia, bahagia di mana mendapatkan suatu hal yang baru, dapat mengenal dunia baru, pengetahuan yang luas dan tentunya sahabat baru. Dan setiap adanya suka pasti ada yang Namanya duka. Duka itu adalah perpisahan atau kesedihan.


    Berhijrah bukan hanya belajar tentang hal baru, tapi juga belajar untuk hidup mandiri, berpisah dengan keluarga dan orang-orang yang kita sayangi. Terkadang itulah yang membuat kita merasa sedih. Di luar sana kita hanya hidup sebatang kara, melihat orang lain bersama keluarga mereka dan orang-orang yang mereka sayangi. Ketika kita memiliki masalah maka kita harus menghadapi masalah kita sendiri. Itulah masa-masa sulit dan duka yang kita jalani bila berhijrah.


    Tapi janganlah putus asa jika mengalami hal-hal seperti itu, karna imam Syafi’i, ia pernah bersyair: “Tidak ada tempat bagi orang berakal dan beradab untuk beristirahat, maka tinggalkanlah tanah kelahiranmu dan mengasingkanlah.” “Berkelanalah, maka kamu akan mendapat ganti dari yang kamu tinggalkan.” “Dan bersusah payahlah, karena kelezatan hidup berada dalam kesusahan.”


    Jadikanlah syair ini sebagai pegangan untuk kita ketika behijrah. Dan satu hal lagi, katakanlah ini pada dirimu ketika melalui kesulitan.


“Allah ingin kuatkan pundakku” 

“Allah ingin ajarkan sabar pada diriku”

“Allah ingin kebaikan untukku”

“Allah ingin surga menjadi muara akhirku”


    Oleh karena itu marilah kita bersama-sama belajar berhijrah, jangan beranggapan bahwa hijrah itu sulit. Bila kita timbulkan niat dalam diri kita pasti Allah akan memberikan jalan kemudahan untuk kita, ”siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga”. (HR.Muslim)


    Teruntuk para pengendara waktu, bertahanlah sampai surga menjadi pelabuhan terakhir kita.


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


Pertemuan Yang Singkat

Oleh: Nindia Putri Widarmono.


    Setiap Narelle tidur, Narelle selalu bermimpi tentang sosok laki-laki berbadan tinggi dan berbadan kecokelatan. Dia selalu datang ke mimpi Narelle dengan wajah yang sedih. Dan Narelle tidak tahu apa penyebab laki-laki tersebut bersedih. Dan setelah Narelle bermimpi tentang laki-laki itu, ia selalu menceritakan mimipi tersebut kepada ibunya. Ibu Narelle mengatakan kalau itu hanyalah setan yang masuk ke mimpi Narelle. Narelle terus memikirkan apa yang ibunya ucapkan, sangat terasa tidak masuk akal.


    Belum puas dengan apa yang ibunya katakan, Narelle pun mencari tahu apa maksud mimpi tersebut di internet. Ada artikel yang mengatakan, bahwa jika sering bermimpi bertemu dengan laki-laki yang tidak diketahui asalnya dan sering muncul di setiap mimpimu, maka dia adalah jodohmu. Setelah membaca artikel tersebut, tiba-tiba saja, ada selembar kertas di hadapan Narelle, Narelle sangat heran mengapa kertas tersebut tiba-tiba ada di hadapan Narelle. Di surat tersebut tertulis: ”untuk kamu yang baca ini, kumohon pergilah ke jalan Kamboja dan kamu akan bertemu orang yang ingin kamu temui’’. Karena Narelle sudah terlalu kepo dengan laki-laki tersebut, tanpa memikirkan apa-apa langsung mengambil tas dan pergi ke jalan Kamboja seperti apa yang dikatakan oleh pengirim surat tersebut.


    Selama perjalanan, isi dari surat tersebut masih terbayang-bayang di kepala Narelle, Narelle langsung teringat artikel yang tadi ia baca di internet. Apakah Narelle akan bertemu dengan jodohnya? Pertanyaan itu yang selalu terlintas di kepala Narelle.


    Sesampainya Narelle di jalan Kamboja, ia sangat terkejut di sana sudah ada banyak sekali makam, dan di pemakaman tersebut terlihat sangat sepi, bisa di bilang hanya ada Narelle di sana. Karena Narelle ingin sekali bertemu dengan lelaki yang ada di mimpinya itu, Narelle membulatkan tekatnya untuk memasuki pemakaman tersebut. Narelle berhenti di sebuah makam, yang ternyata orang di dalam makam tersebut sudah meninggal 20 tahun lalu. Narelle menemukan selembar kertas di samping makam tersebut. “Terimakasih sudah mau datang ke sini, jika kamu masih ingin bertemu denganku maka datanglah ke pohon beringin yang ada di ujung sana”, begitulah isi selembar kertas tersebut.


    Narelle sudah terlalu kepo dengan laki-laki itu, jarak dari makam ke pohon beringin lumayan jauh, tetapi masih ada sinar matahari yang menemani Narelle untuk menemui laki-laki itu. Langkah Narelle sudah sudah semakin dekat menuju pohon beringin. Dari kejauhan, Narelle melihat sosok laki- laki yang persis dengan yang ada di mimpi Narelle. Narelle pun segera mempercepat langkahnya dan mendekati laki-laki itu.


”Hai”, sapa Narelle pada laki-laki itu, tapi laki-laki itu tidak membalas sapaan Narelle.


“Hai!” apakah kamu tidak mendengar ku?!” ucap Narelle. 


”Aku adalah jodohmu, Narelle”, ucap laki-laki tersebut spontan.


Narelle sangat terkejut mendengar itu. “Maksud kamu?” tanya Narelle.


“Aku adalah jodohmu, tapi aku sudah meninggal”, ucap laki -laki itu.


“Jadi, apakah kamu ingin pergi bersamaku?” ajak laki-laki itu.


“Pergi kemana?” tanya Narelle.


“Pergi ke surga, tidak ada tempat yang paling indah selain surga”, ajak laki- laki tersebut sembari menggenggam tangan Narelle.


“Tapi aku masih mau hidup”, ucap Narelle ketakutan mendengar ajakan laki-laki itu.


“ya sudah kalau begitu, aku akan menunggumu sampai kamu mati dan kita akan bertemu di surga”, ucap laki-laki tersebut sambil tersenyum.


    Seketika pun Narelle pun terdiam. Narelle sangat-sangat terkejut dengan kejadian hari ini. Ia tidak tahu ia harus senang atau sebaliknya.


“Hei, apakah kamu bisa hidup kembali?” tanya Narelle.


”Yang sudah mati, tidak akan hidup kembali, itu sudah menjadi takdirku”, ucap laki-laki tersebut yang sedang melihat pemandangan yang sangat indah ketika itu sebelum ia pergi ke alamnya.


”Aku bisa di sini hanya karena ingin menemuimu, dan jika kamu tidak ikut denganku, kita tidak akan bertemu lagi”. Setelah laki-laki itu mengatakan hal tersebut, tiba-tiba turunlah hujan yang sangat deras. Yang mulanya langit cerah, seketika berubah menjadi langit gelap yang menakutkan.


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


Selasa, 18 Juni 2024

Apakah Bentuk Bumi Itu? Datar Atau Bulat?

Oleh: Salma Dwi Saputri


    Apakah yang selama ini ada dipikiran kalian tentang bentuk bumi? Bentuk bulat? Ataukah datar? Mari kita lihat berbagai argument dan teori yang ada.


    Para ilmuan-ilmuan zaman dulu, sangat tekun dalam mengetahui asal usul sesuatu untuk dijadikan penelitian, begitu juga terhadap bentuk bumi yang sebenarnya. Mereka meneliti dengan berbagai cara, dan menimbulkan banyak teori mengenai bentuk bumi. Salah satunya adalah teori menurut orang india dan orang babylonia. Orang-orang india berpendapat bahwa, bumi dijinjing oleh empat gajah yang berdiri diatas ular besar.sedangkan orang babylonia berpikir bahwa, bumi adalah dataran yang dikelilingi dan dipenuhi oleh lautan. Sebagian orang berpikir bahwa ujung bumi adalah tebing terumbu, karena mereka mengira bahwa  bumi itu datar.


    Seorang filsuf Yunani yang Bernama phytagoras berpendapat bumi itu bulat. Ia menggambarkan dengan sebuah kapal yang sedang berlayar, mungkin teori india akan berpikir "bagaimana jika kapal itu jatuh?" atau teori Sebagian orang berpikir kapal itu akan menabrak tebing terumbu, tapi tidak menurut phytagoras, karna bumi bulat, kapal itu tidak akan jatuh, hanya saja tidak terlihat oleh pandangan mata.  Ketika kita melihat dari sisi yang berlawanan, kapal tidak terlihat. Ketika kapal itu menjauh dari pantai, yang terlihat hanyalah ujung tiang dan Sebagian dari layarnya.


    Apakah teori-teori dan perdebatan itu sudah menemukan hasil akhir? Ataukah masih diperdebatkan?. Jawabannya adalah masih!, teori-teori tersebut masih diperdebatkan sampai sekarang. Dengan keadaan kita sekarang, yang hidup di zaman modern. Tidak sedikit ilmuan yang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk penelitian, salah satunya adalah NASA, Lembaga ruang angkasa itu telah meluncurkan misi apolo 8 untuk mengambil foto bumi pada tanggal 24 desember 1968, tetapi tidak semua orang percaya terhadap hasil dari misi sebuah Lembaga ruang angkasa tersebut.


    Samuel shenton, yang merupakan pendiri flat earth society, sebuah organisasi internasional, bagi masyarakat yang berpendapat bumi datar, tidak pernah percaya pada foto-foto yang dihasilkan oleh NASA, termasuk foto bumi yang tampak bulat berwarna biru yang terlihat dari luar angkasa. Menurutnya sangat mudah sebuah foto memperdaya mata yang tidak terbiasa dan terlatih. Namun tidak baginya. Foto tersebut menurutnya palsu.


    Untuk membantah kebangkitan dan perkembangan Kembali organisasi teori bumi datar (flat earth organisation). NASA Kembali menulis dalam menyebarluaskan foto-foto antariksa. Yang memuat gambar bumi. Foto itu diambil pada tanggal 20 november 2016. Melalui foto ini NASA Kembali membuktikan bahwa bumi itu bulat.


    Pakar astronomi Indonesia, pro. Dr. Thomas Djamaluddin menganggap bahwa pemahaman bumi datar adalah sebagai pseudosains (pengetahuan, metodologi, keyakinanan atau praktik yang di klaim sebagai ilmiah tetapi tidak mengikuti metode ilmiah).


    Tokoh islam Dr. zakir Naikh juga berpendapat bahwa bumi itu bulat, walaupun menurutnya bulatannya tidak sempurna, melainkan menyerupai telur burung unta. Dr. zakir Naik mengatakan bahwa silih bergantinya siang dan malam tidak akan pernah terjadi jika bumi tidak berbentuk bulat.


    Bagi ilmuan astronomi modern, pemahaman mengenai bumi datar sangat tidak berdasar dan terlalu mengada-ada. Mereka menganggap gaya grafitasi tidak ada, kabar pendaratan Neil Armstrong di bulan adalah palsu, foto bentuk bumi adalah rekayasa, satelit tidak ada, dan jarak bumi dengan matahari sangat dekat di beberapa media sosial,  mereka di tuduh sebagai orang-orang yang menolak semua perkembangan ilmu pengetahuan yang telah di capai beradap-adap.


    Kesimpulannya bahwa, jika bumi itu berbentuk datar maka matahari yang dikatakan sangat dekat dengan bumi jika itu memang benar, maka kita penghuni bumi akan terbakar karena suhu matahari yang mencapai 6.000 derajat, dan jika memang benar satelit itu tidak ada, selama ini kita berkomunikasi satu sama lain tidak dengan satelit? Lantas dengan apa? .


    Lalu, bagaimana pendapat kalian mengenai bentuk bumi, datar ataukah bulat? Semuanya Kembali pada kesimpulan masing-masing pembaca.


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


Setiap Insan Mempunyai Potensi

Oleh: Nindia Putri Widarmono


    Dalam setiap diri manusia sudah pasti tersemat potensi di bidang apapun itu, hanya mungkikn kita yang alpha umtuk menyadarinya, menggali lebih dalam, dan kemudian mengaktualisasikan di ruang yang benar. Sebab apa? Sebab kita terlalu banyak melihat potensi majemuk yang diharapkan banyak orang yang mana potensi itu tidak terdapat dalam diri kita. Contoh, stigma public sejak dulu menilai bahwa anak yang cerdas adalah mereka yang pintar di mata pelajaran matematika, fisika, kimia, biologi dan mampu memenangkan kompetisi di bidang itu maka ia dikategorikan sebagai anak yang pintar . kemudian , apa kabar dong mereka yang potensinya tidak disana? Bagaimana nasib mereka yang cerdasnya di ilmu sosial dan pandai serta kritis mengamati dinamika perubahan kehidupan di sekitarnya? Belum lagi mereka yang memiliki bakat di dunia bahasa, anak-anak yang sebenarnya memiliki bakat di dunia pidato, debat, mendongeng atau drama seolah tidak "sekelas" dengan mereka yang berada dikelas olimpiade. Mereka ini paling-paling hanya dianggap sebagai golongan manusia kelas dua bahkan tiga.


    Jangan dikira, setiap anugrah dan prestasi yang didapatkan oleh orang-orang hebat itu adalah sesuatu yang taken for granted, alias tiba_tiba sudah didepan mata. Tokoh-tokoh seperti bill gates dan steve job  sendiri membuktikannya.mereka pernah dinilai sebagai orang yang gagal dan tidak masuk akal. Tapi nyatanya, kita bisa lihat sendiri seberapa besar dampak perubahan kehidupan akan konstribusinya didunia teknologi. Lalu pertanyaanya, apakah kita juga memiliki peran yang sama dengan bill gates dan steve job? Jawabannya, tentu saja. 


    Mereka berdua dan kita sama-sama manusia biasa, ciptaan tuhan yang maha sempurna. Asal kita tahu saja. Bahwa sebenarnya tuhan menciptakan kita sambil mewarisi sifat-sifatnya yang luar biasa.bedanya, kemampuan tuhan tidak terbatas apapun, sedangkan kita hanya secuil sangat terbatas. Namun, yang perlu digaris bawahi adalah "setiap cuilan-cuilan bekal yuang dititipkan tuhan untuk kita seyogyanya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya". Look inside of you deeply. Apa yang kita mampu lakukan dan apa yang mampu kita perbaiki. Walaupun itu kecil dengan izinnya pastilah memliki dampak besar dalam kehidupan yang dinamis ini. 


    Langkah yang bis akita ambil adalah sedikit mengambil jarak dari keramaian dan hiruk piruk manusia. tidak ada salahnya kita sesekali merenung, berkomtenplasi kekuatan apa yang sebenarnnya ada didalam diri kita dan belum sempat terekplorasi. Ingat, dieksplorasi yaaa bukan di eksploitasi. Hidup di dunia ini secukupnya saja tidak perlu berlebihan. Kalau memang peran kita cukup 35% ya lakukan sesuai porsinya saja tidak perlu terlalu memaksakan diri atau ngotot untuk mengerjakan semuanya hanya demi ingin terllihat sempurna dimata orang. Kasian yang lain, nanti malah tidak kebagian peran. "intinya, menjalankan peran artinya membawa sebuah kepentingan. Untuk berhasil membawa sebuah kepentingan diperlukan sebuah kekuatan tekad untuk meninggalkan hal-hal yang sepele dan tidak menyepelekan hal-hal yang sebenanarnya besar dalam hidup". 


*) Penulis merupakan santri aktif Pondok Pesantren Nurul Jadid Sejati


Our Posts

55 Cups
Average weekly coffee drank
9000 Lines
Average weekly lines of code
400 Customers
Average yearly happy clients

Our Team

Dr. KH. A. Halil Thahir, M.Hi. dan Nyai Nana Najibah, S.Pd.

Pengasuh PP. NJS

Gus Muhammad Imdad Ilhami Khalil, M.Ag.

Kepala Pesantren PP. NJS

Moh. Ilzam Nuzuli Taufik

Pembina LPS

Daffa Fathurrahman

Pimpinan Umum LPS

Hisyam Nur Mahmudi

Pimpinan Redaksi Koran LPS
Fajar Akdya R.
Anggota Redaksi LPS
Arif Wicaksono
Anggota Redaksi LPS
Harland Zahda Al F.
Anggota Redaksi LPS
Elang Zada
Anggota Redaksi LPS
Mahesa Ma'rufi B.
Anggota Redaksi LPS
Foto Bersama
Seluruh Redaktur LPS
Foto Bersama
Seluruh Redaktur LPS
Foto Bersama
Seluruh Redaktur LPS

Contact

Talk to us

Mari berdiskusi dengan kami

Address:

Jl.Kendal-Geneng RT.002 RW.003 Dusun Pencol 1, Desa Randusongo, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur,Kode Pos 63270

Work Time:

Setiap Waktu

Phone:

087858305366

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Tidak Perlu Menjadi Orang Lain

Oleh: Safa Aulia Dea Novita.      Proses kekaguman kita pada orang lain bisa jadi baik, tapi bisa juga tidak baik. Apa sebabnya? Sikap kekag...